BINUS University dan Taiwan Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat CODHES 2025
Senin, 27 Oktober 2025 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Dari Taiwan, Prof. Jieh Hsiang dari National Taiwan University menjadi pembicara utama pada sesi pertama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa teknologi digital harus sejalan dengan nilai-nilai humaniora untuk menciptakan solusi keberlanjutan yang etis.
“Digital Humanities tidak hanya bertujuan mengembangkan teknologi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sustainability bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan etika,” tutur Prof. Hsiang.
Kolaborasi antara Indonesia dan Taiwan semakin diperkuat melalui Taiwan Studies Project yang didukung oleh Ministry of Education Taiwan. Program ini memfasilitasi pertukaran ilmuwan dan penelitian bersama untuk memperdalam pemahaman lintas budaya dan meningkatkan keunggulan akademik kedua negara.
Dekan Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis tersebut.
“Taiwan telah menjadi mitra yang konsisten dan berharga bagi BINUS University. Melalui CODHES, kami berkomitmen memperkuat kolaborasi ini dan mendorong penelitian lintas disiplin yang menggabungkan inovasi digital dengan nilai kemanusiaan demi masa depan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain Prof. Hsiang, CODHES 2025 juga menghadirkan pembicara ternama lainnya seperti Prof. dr. Bart Barendregt (Leiden University, Belanda), Prof. Dr. Shidarta (BINUS University), serta E. Leigh Bonds, (The Ohio State University, AS). Para pembicara membahas peran etika, narasi budaya, dan literasi digital dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
“Digital Humanities tidak hanya bertujuan mengembangkan teknologi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sustainability bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan etika,” tutur Prof. Hsiang.
Kolaborasi antara Indonesia dan Taiwan semakin diperkuat melalui Taiwan Studies Project yang didukung oleh Ministry of Education Taiwan. Program ini memfasilitasi pertukaran ilmuwan dan penelitian bersama untuk memperdalam pemahaman lintas budaya dan meningkatkan keunggulan akademik kedua negara.
Dekan Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis tersebut.
“Taiwan telah menjadi mitra yang konsisten dan berharga bagi BINUS University. Melalui CODHES, kami berkomitmen memperkuat kolaborasi ini dan mendorong penelitian lintas disiplin yang menggabungkan inovasi digital dengan nilai kemanusiaan demi masa depan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain Prof. Hsiang, CODHES 2025 juga menghadirkan pembicara ternama lainnya seperti Prof. dr. Bart Barendregt (Leiden University, Belanda), Prof. Dr. Shidarta (BINUS University), serta E. Leigh Bonds, (The Ohio State University, AS). Para pembicara membahas peran etika, narasi budaya, dan literasi digital dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
(nnz)
Lihat Juga :