Arsul Sani Kuliah di Mana? Hakim MK yang Dituduh Punya Ijazah Palsu

Selasa, 18 November 2025 - 14:06 WIB
loading...
Arsul Sani Kuliah di...
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani akhirnya angkat bicara terkait tudingan memiliki ijazah palsu jenjang doktoral. Foto/Yudistiro Pranoto.
A A A
JAKARTA - Riwayat pendidikan Hakim MK Arsul Sani akan diulas pada artikel berikut ini. Saat ini Arsul tengah menjadi sorotan karena dituding memakai ijazah doktor hukum palsu saat seleksi hakim MK.

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani akhirnya angkat bicara terkait tudingan memiliki ijazah palsu jenjang doktoral yang dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi ke Bareskrim Polri. Tuduhan tersebut mencuat setelah beredar klaim bahwa Arsul tidak pernah menempuh pendidikan doktor di luar negeri.

Menanggapi isu tersebut, Arsul langsung menunjukkan sejumlah bukti autentik, mulai dari disertasi, ijazah asli, hingga foto-foto prosesi wisuda saat ia lulus dari program doktoral. Langkah ini dilakukan untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang benar dan utuh.

Baca juga: Arsul Sani Sangkal Tuduhan Ijazah Palsu: Pamer Foto-foto Wisuda hingga Ijazah Asli

Gelar Doktor dari Universitas di Polandia


Arsul menjelaskan bahwa ia resmi menyandang gelar doktor dari Collegium Humanum–Warsaw Management University. Ia menuntaskan disertasinya yang berjudul “Re-examining the considerations of national security and human rights protection in counterterrorism legal policy: a case study on Indonesia post-Bali bombings”.

Pada tahun 2023, Arsul mengikuti prosesi wisuda pendidikan doktoral tersebut secara langsung di Warsawa, Polandia. Ia menegaskan bahwa seluruh proses akademik yang ditempuhnya sah dan sesuai ketentuan lembaga pendidikan yang menaungi.

Baca juga: Polemik Ijazah Arsul Sani, Komisi III DPR Dilaporkan ke MKD

Riwayat Pendidikan Arsul Sani, dari Pekalongan hingga Eropa


Dikutip dari laman MK, Arsul lahir di Pekalongan, 8 Januari 1964. Masa kecilnya ditempuh di SD Muhammadiyah Pekajangan serta Madrasah Diniyah Islamiyah NU Panggung, Kedungwuni, Pekalongan. Ia kemudian merantau ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pada tahun 1982 dan lulus pada awal 1987.

Karier hukumnya dimulai lebih awal ketika ia menjadi asisten pembela umum sukarela di LBH Jakarta pada 1986–1988. Setelah itu, berbagai jenjang pendidikan dan pengalaman internasional ia tempuh.



Pada 1993–1994, Arsul mengejar graduate diploma on Advance Comparative Law – the Common Law di University of Technology Sydney (UTS) sambil bekerja sebagai visiting lawyer di Dunhil, Madden, Butler, firma hukum besar di Sydney.

Tahun 1997, ia belajar Industrial Property Management di Japan Institute of Invention (JII), Tokyo melalui beasiswa AOTS-Japan. Karier akademiknya berlanjut dengan graduate certificate module dari University of Cambridge pada 2006 dengan fokus Managing the Information and the Market.

Pada 2007, Arsul menyelesaikan magister corporate communication di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Ia juga lulus fellowship arbitration courses di Inggris pada 2009 dan sempat menjadi anggota Chartered Institute of Arbitrators (CIArb) London, Singapore Institute of Arbitrators (SIArb), serta International Bar Association (IBA).

Perjalanan Doktoral di Skotlandia dan Polandia


Program doktoral Arsul di bidang justice, policy, and welfare studies dimulai di Glasgow School for Business and Society, Glasgow Caledonian University (GCU), Skotlandia. Perjalanannya kemudian berlanjut di Collegium Humanum, Warsawa, Polandia, hingga akhirnya ia dinyatakan lulus dan meraih gelar doktor.

Demikian riwayat pendidikan Hakim MK Arsul Sani yang dituding memakai ijazah palsu saat seleksi hakim MK.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Profil Pendidikan Adies...
Profil Pendidikan Adies Kadir, Wakil Ketua DPR yang Disetujui Jadi Calon Hakim MK
Begini Prosedur Mengurus...
Begini Prosedur Mengurus Ijazah yang Hilang Akibat Bencana
Kemendikdasmen Pastikan...
Kemendikdasmen Pastikan Penerbitan Ulang Ijazah dan Transkrip Korban Banjir Sumatera
Roy Suryo Ditetapkan...
Roy Suryo Ditetapkan Tersangka Ijazah Palsu Jokowi, Profil Pendidikannya Jadi Sorotan
Apakah Ijazah Palsu...
Apakah Ijazah Palsu Bisa Dipakai untuk Melamar Kerja? Ini Penjelasan Hukum dan Sanksinya
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Rekomendasi
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved