Universitas Sunan Gresik Jalin Kerja Sama dengan Pusat Pengobatan Tradisional China
Minggu, 30 November 2025 - 19:52 WIB
loading...
Jajaran petinggi USG berkunjung ke TCM Hospital di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Rabu (26/11/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Universitas Sunan Gresik (USG) menjalin kerja sama dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) Hospital atau Pusat Pengobatan Tradisional China yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kerja sama itu dilakukan untuk mengembangkan pengobatan tradisional China di Indonesia, sekaligus menjadikan USG sebagai kampus yang mendunia (go internasional).
Founder sekaligus Ketua Dewan Penasihat Universitas Sunan Gresik Jazilul Fawaid mengatakan, pengobatan tradisional China sebenarnya sudah banyak di Indonesia. Namun, selama ini keberadaannya hanya berupa semacam klinik. Belum ada rumah sakit khusus di Indonesia yang fokus dalam pengobatan tradisional China di Indonesia. Padahal, pengobatan tradisional China sudah dikenal sejak ribuan tahun silam.
"Kami sangat yakin kalau itu dikembangkan di Indonesia, ada rumah sakit yang punya layanan khusus pengobatan tradisional China, pasti akan sangat diminati," ujar Gus Jazil dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Kesepakatan kerja sama itu dilakukan saat Gus Jazil bersama jajaran petinggi USG datang berkunjung ke TCM Hospital di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Rabu (26/11/2025). Ikut dalam kunjungan tersebut Rektor USG Abdul Muhith, Wakil Rektor I Sri Kurnia Abdi Pradana, Wakil Rektor II Chalimatus Sa’diyah, Wakil Rektor III Abdul Rochim, anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi, Bidang Kerjasama Luar Negeri Gielbran Muhammad Noor, Kepala Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI) USG Imam Luthfi Hidayatullah, dan Ganis Samaha.
Dikatakan Gus Jazil, langkah kerja sama ini juga sebagai upaya menindaklanjuti kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri China Li Qiang 12 poin kerjasama Indonesia-China, salah satunya adalah pengembangan pengobatan tradisional China di Indonesia. "Ini sesuatu yang baru. Di Indonesia sepertinya belum ada kampus atau rumah sakit yang khusus mempelajari pengobatan tradisional China," katanya.
Saat ini, USG sudah memiliki sejumlah program studi (prodi) yang terkait dengan kesehatan, antara lain Prodi Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Informatika Kesehatan dan Psikologi. Ke depan juga sedang dipersiapkan pembukaan prodi baru di antaranya Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum, Keperawatan dan Ilmu Keperawatan. Selain itu, Universitas Sunan Gresik juga sudah memiliki rumah sakit yang berads di Kota Sidoarjo.
Pihak TCM Hospital menyambut baik keinginan USG untuk mengembangkan pengobatan tradisional China di Indonesia. Namun, terlebih dahulu diperlukan kajian mendalam, termasuk mengenai aturan atau legal standing mengenai keberadaan rumah sakit atau pusat pengobatan tradisional China di Indonesia.
"Itu semua perlu dihitung bagaimana aturannya, biaya investasinya, tapi yang jelas untuk membuka cabang di Indonesia saya rasa sangat memungkinkan. Apalagi sudah ada MoU antara Pemerintah Indonesia dengan China," ujar Direktur TCM Hospital Xie Youli.
Hal lain yang bisa dilakukan, kata Xie Youli, adalah memberikan pelatihan bagi dosen atau mahasiswa USG dalam kurun waktu tertentu untuk mempelajari pengobatan tradisional China. "Kami bisa menyediakan ahli dan peralatannya," tuturnya.
Xie Youli mengaku sangat senang jajaran petinggi Universitas Sunan Gresik bisa datang berkunjung ke TCM Hospital untuk mempelajari secara langsung pengobatan tradisional China yang dipadukan dengan pengobatan modern Barat.
Founder sekaligus Ketua Dewan Penasihat Universitas Sunan Gresik Jazilul Fawaid mengatakan, pengobatan tradisional China sebenarnya sudah banyak di Indonesia. Namun, selama ini keberadaannya hanya berupa semacam klinik. Belum ada rumah sakit khusus di Indonesia yang fokus dalam pengobatan tradisional China di Indonesia. Padahal, pengobatan tradisional China sudah dikenal sejak ribuan tahun silam.
"Kami sangat yakin kalau itu dikembangkan di Indonesia, ada rumah sakit yang punya layanan khusus pengobatan tradisional China, pasti akan sangat diminati," ujar Gus Jazil dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Kesepakatan kerja sama itu dilakukan saat Gus Jazil bersama jajaran petinggi USG datang berkunjung ke TCM Hospital di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Rabu (26/11/2025). Ikut dalam kunjungan tersebut Rektor USG Abdul Muhith, Wakil Rektor I Sri Kurnia Abdi Pradana, Wakil Rektor II Chalimatus Sa’diyah, Wakil Rektor III Abdul Rochim, anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi, Bidang Kerjasama Luar Negeri Gielbran Muhammad Noor, Kepala Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI) USG Imam Luthfi Hidayatullah, dan Ganis Samaha.
Dikatakan Gus Jazil, langkah kerja sama ini juga sebagai upaya menindaklanjuti kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri China Li Qiang 12 poin kerjasama Indonesia-China, salah satunya adalah pengembangan pengobatan tradisional China di Indonesia. "Ini sesuatu yang baru. Di Indonesia sepertinya belum ada kampus atau rumah sakit yang khusus mempelajari pengobatan tradisional China," katanya.
Saat ini, USG sudah memiliki sejumlah program studi (prodi) yang terkait dengan kesehatan, antara lain Prodi Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Informatika Kesehatan dan Psikologi. Ke depan juga sedang dipersiapkan pembukaan prodi baru di antaranya Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum, Keperawatan dan Ilmu Keperawatan. Selain itu, Universitas Sunan Gresik juga sudah memiliki rumah sakit yang berads di Kota Sidoarjo.
Pihak TCM Hospital menyambut baik keinginan USG untuk mengembangkan pengobatan tradisional China di Indonesia. Namun, terlebih dahulu diperlukan kajian mendalam, termasuk mengenai aturan atau legal standing mengenai keberadaan rumah sakit atau pusat pengobatan tradisional China di Indonesia.
"Itu semua perlu dihitung bagaimana aturannya, biaya investasinya, tapi yang jelas untuk membuka cabang di Indonesia saya rasa sangat memungkinkan. Apalagi sudah ada MoU antara Pemerintah Indonesia dengan China," ujar Direktur TCM Hospital Xie Youli.
Hal lain yang bisa dilakukan, kata Xie Youli, adalah memberikan pelatihan bagi dosen atau mahasiswa USG dalam kurun waktu tertentu untuk mempelajari pengobatan tradisional China. "Kami bisa menyediakan ahli dan peralatannya," tuturnya.
Xie Youli mengaku sangat senang jajaran petinggi Universitas Sunan Gresik bisa datang berkunjung ke TCM Hospital untuk mempelajari secara langsung pengobatan tradisional China yang dipadukan dengan pengobatan modern Barat.
(abd)
Lihat Juga :