Mahasiswa Periklanan Polimedia Angkat Isu Air Bersih hingga Kesehatan Mental Anak Muda di ADVICE 2025
Jum'at, 19 Desember 2025 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Isu kesehatan mental mahasiswa mendapat sorotan lewat kampanye #gakwaras, yang menyasar SDG 3 (kesehatan dan kesejahteraan). Mengangkat realitas kelelahan, tekanan akademik, dan naik-turunnya emosi yang sering dialami mahasiswa, kampanye ini mengajak pengunjung lebih peka terhadap tanda-tanda kelelahan mental, berani bercerita, mencari bantuan, dan membangun lingkungan kampus yang saling mendukung.
Aktivasi di booth dan konten video pendek di media sosial digunakan untuk mematahkan stigma bahwa membicarakan kesehatan mental adalah bentuk kelemahan, sekaligus mengingatkan bahwa merawat diri adalah bagian penting dari keberlanjutan hidup anak muda.
Selain tiga kampanye tersebut, berbagai isu lain juga diangkat, antara lain literasi keuangan dan kewirausahaan anak muda, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, transisi energi bersih, hingga pelestarian ekosistem air dan hutan. Keseluruhan kampanye memperlihatkan bahwa mahasiswa vokasi di bidang periklanan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Direktur Polimedia, Dr. Tipri Rose Kartika, M.M., mengapresiasi inisiatif Program Studi Periklanan dan mahasiswa dalam mengemas isu-isu SDGs menjadi kampanye yang komunikatif.
“Melalui ADVICE 2025, kita melihat bagaimana ide-ide mahasiswa tumbuh menjadi kampanye nyata yang menyentuh isu air bersih, kualitas udara, sampai kesehatan mental generasi muda. Kampanye seperti Lawan Zomberan, POMOXYGEN, dan #gakwaras menunjukkan bahwa anak-anak kita bukan hanya kreatif secara visual, tetapi juga memahami akar persoalan yang mereka angkat,” ujarnya.
Aktivasi di booth dan konten video pendek di media sosial digunakan untuk mematahkan stigma bahwa membicarakan kesehatan mental adalah bentuk kelemahan, sekaligus mengingatkan bahwa merawat diri adalah bagian penting dari keberlanjutan hidup anak muda.
Selain tiga kampanye tersebut, berbagai isu lain juga diangkat, antara lain literasi keuangan dan kewirausahaan anak muda, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, transisi energi bersih, hingga pelestarian ekosistem air dan hutan. Keseluruhan kampanye memperlihatkan bahwa mahasiswa vokasi di bidang periklanan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Direktur Polimedia, Dr. Tipri Rose Kartika, M.M., mengapresiasi inisiatif Program Studi Periklanan dan mahasiswa dalam mengemas isu-isu SDGs menjadi kampanye yang komunikatif.
“Melalui ADVICE 2025, kita melihat bagaimana ide-ide mahasiswa tumbuh menjadi kampanye nyata yang menyentuh isu air bersih, kualitas udara, sampai kesehatan mental generasi muda. Kampanye seperti Lawan Zomberan, POMOXYGEN, dan #gakwaras menunjukkan bahwa anak-anak kita bukan hanya kreatif secara visual, tetapi juga memahami akar persoalan yang mereka angkat,” ujarnya.
(wur)
Lihat Juga :