Anak Penjual Es Teh Jadi Wisudawan dengan IPK Tertinggi di UNY, Ini Kisah Betran Yunior
Jum'at, 26 Desember 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Perjalanan akademik Betran juga tidak lepas dari dukungan beasiswa. Sejak SMA, ia telah merasakan pendidikan berbasis afirmasi melalui sekolah berasrama unggulan di Sumatra Selatan tanpa biaya. Saat kuliah di UNY, ia kembali mendapat kepercayaan melalui KIP Kuliah, yang sangat membantu secara finansial sekaligus memberinya kebanggaan karena tidak membebani orang tua.
Adaptasi di awal perkuliahan menjadi fase terberat baginya. Datang ke Yogyakarta seorang diri tanpa keluarga dan kenalan sempat membuatnya merasa kesepian. Namun seiring waktu, dukungan dari teman-teman seperjuangan menjadi kekuatan yang menemaninya hingga menyelesaikan studi.
Bagi alumni SMA Negeri Sumatra Selatan ini, wisuda bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol keberhasilan dan pembuktian, terlebih karena Betran merupakan sarjana pertama di keluarganya. “Wisuda ini sangat berharga bagi saya dan keluarga. Ini membuktikan bahwa dengan niat dan tekad yang kuat, pendidikan tinggi bukanlah sesuatu yang mustahil,” ujarnya.
Ke depan, warga Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Kota Palembang itu bercita-cita berkarier di industri kreatif. Selama kuliah, ia aktif mengikuti program magang dan kegiatan sukarelawan untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Ia berharap ilmu yang dimilikinya kelak dapat memberi manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain.
Menutup kisahnya, Betran membagikan pesan inspiratif bagi sesama mahasiswa. “Duduk di bangku kuliah adalah sebuah privilese. Nikmati prosesnya, perbanyak teman, dan eksplor sebanyak mungkin pengalaman,” pesannya.
Adaptasi di awal perkuliahan menjadi fase terberat baginya. Datang ke Yogyakarta seorang diri tanpa keluarga dan kenalan sempat membuatnya merasa kesepian. Namun seiring waktu, dukungan dari teman-teman seperjuangan menjadi kekuatan yang menemaninya hingga menyelesaikan studi.
Bagi alumni SMA Negeri Sumatra Selatan ini, wisuda bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol keberhasilan dan pembuktian, terlebih karena Betran merupakan sarjana pertama di keluarganya. “Wisuda ini sangat berharga bagi saya dan keluarga. Ini membuktikan bahwa dengan niat dan tekad yang kuat, pendidikan tinggi bukanlah sesuatu yang mustahil,” ujarnya.
Ke depan, warga Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Kota Palembang itu bercita-cita berkarier di industri kreatif. Selama kuliah, ia aktif mengikuti program magang dan kegiatan sukarelawan untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Ia berharap ilmu yang dimilikinya kelak dapat memberi manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain.
Menutup kisahnya, Betran membagikan pesan inspiratif bagi sesama mahasiswa. “Duduk di bangku kuliah adalah sebuah privilese. Nikmati prosesnya, perbanyak teman, dan eksplor sebanyak mungkin pengalaman,” pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :