Cerita Natasya, Alumnus Itera yang Raih Juara Dunia Kompetisi Riset Material

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:20 WIB
loading...
Cerita Natasya, Alumnus...
Alumnus Itera Natasya Salsabila berhasil meraih juara pertama dalam ajang Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025. Foto/Itera.
A A A
JAKARTA - Natasya Salsabila berhasil meraih juara pertama dalam ajang Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025. Ini adalah kompetisi riset internasional bergengsi yang digelar oleh Institute of Materials, Minerals & Mining (IOM3) yang berbasis di Inggris.

YPWLC merupakan kompetisi yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk menyampaikan gagasan riset di bidang material kepada audiens umum non-ahli. Pada babak final, Natasya sukses mengungguli tiga finalis lain yang berasal dari Inggris, China, dan Hong Kong.

Baca juga: Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun per Tahun, Fokus Swasembada Pangan-Waste to Energy

Ajang ini dikenal memiliki tahapan seleksi yang sangat ketat karena setiap peserta merupakan perwakilan institusi, bahkan negara masing-masing.

Melansir laman Itera, Kamis (29/1/2026), Natasya tercatat sebagai alumni Program Studi Teknik Elektro Itera angkatan 2019 dan menyelesaikan studi sarjananya pada Januari 2023. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan doktor berbasis riset di Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Keikutsertaan Natasya dalam YPWLC 2025 diawali dari seleksi internal yang diselenggarakan Fakultas Teknik Mesin dan Manufaktur UTHM pada Agustus 2025.

Baca juga: Universitas Darunnajah, Kampus Muda yang Ambil Peran dalam Hibah Riset BIMA 2026

Ia bersaing dengan peserta dari berbagai fakultas hingga terpilih sebagai wakil universitas di tingkat nasional Malaysia. Seleksi nasional tersebut digelar oleh Institute of Materials Malaysia (IMM) bekerja sama dengan Curtin University pada September 2025 dan diikuti oleh 13 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Malaysia. Dari tahap ini, Natasya kembali lolos dan melaju ke tingkat internasional.

Babak internasional YPWLC 2025 dilaksanakan secara daring oleh IOM3 pada 27 November 2025 dengan empat finalis dari Malaysia, Inggris, Tiongkok, dan Hong Kong. Meski jumlah finalis terbatas, kompetisi ini menuntut kesiapan riset yang matang serta kemampuan komunikasi yang kuat karena presentasi disampaikan kepada audiens dengan latar belakang yang beragam.

Dalam kompetisi tersebut, Natasya memaparkan riset doktoralnya mengenai optimisasi material aluminium nitrida untuk aplikasi transistor berperforma tinggi.

Penelitiannya berfokus pada peningkatan kualitas lapisan aluminium nitrida agar dapat berfungsi optimal sebagai lapisan penyangga pada transistor berbasis galium nitrida, yang banyak digunakan pada perangkat elektronik berdaya dan frekuensi tinggi.

Keunggulan riset Natasya terletak pada pendekatan skala industri. Selama ini, sebagian besar penelitian serupa masih dilakukan pada skala laboratorium menggunakan wafer berukuran 2 hingga 4 inci.

“Dalam penelitian ini, saya menggunakan wafer 8 inci dengan mesin sputtering berbasis industri. Dengan pendekatan tersebut, produksi aluminium nitrida dapat meningkat sekitar 25 hingga 40 persen dalam satu kali proses,” jelas Natasya.

Pendekatan ini dinilai lebih efisien dan berpotensi menekan biaya produksi, sehingga riset yang dilakukan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor. Menurut Natasya, pesatnya pengembangan transistor berbasis galium nitrida yang efisien dan mampu bekerja pada kondisi ekstrem menjadi latar belakang utama penelitiannya. Namun, material tersebut tidak dapat langsung ditumbuhkan di atas wafer silikon yang umum digunakan di industri, sehingga memerlukan lapisan penyangga berupa aluminium nitrida.

“Fokus penelitian saya adalah mengoptimalkan kualitas aluminium nitrida pada skala industri untuk mendukung pengembangan transistor galium nitrida yang lebih efisien,” ungkapnya.

Saat ini, Natasya menjalani tahun pertama studi doktoralnya di UTHM setelah sebelumnya menuntaskan pendidikan magister di universitas yang sama.

Ia merupakan penerima beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) yang didanai Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia. Program doktoral yang diikutinya menekankan capaian riset, seperti publikasi jurnal ilmiah, partisipasi konferensi, serta keterlibatan dalam kegiatan akademik dan kompetisi penelitian.

Selain fokus pada riset, Natasya juga aktif berorganisasi dan menjabat sebagai ketua divisi akademik mahasiswa pascasarjana.

Kepada mahasiswa Itera, Natasya berpesan agar mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri sejak dini secara konsisten. “Tidak semua orang harus unggul di semua bidang. Yang terpenting adalah fokus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tutupnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Prodi Teknik Berubah...
Prodi Teknik Berubah Nama Jadi Rekayasa, DPR Berharap Riset dan Inovasi Bisa Makin Maju
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved