Cetak Inovator Sejak Dini, Sekolah Kharisma Bangsa Gelar STEAM Expo 2026
Senin, 02 Februari 2026 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi siswa biasanya muncul pada tahap awal. “Yang paling sulit itu di ide dan perencanaannya. Kalau pelaksanaan justru relatif lebih mudah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan, menuturkan bahwa inspirasi riset siswa sering kali lahir dari hal-hal sederhana di sekitar mereka, termasuk limbah lingkungan.
“Salah satu nilai dari science project itu adalah saat bahan diperoleh dari barang yang tidak dipakai lagi. Misalnya, siswa kami membuat prototipe turbin angin dari pipa bekas dan folder bekas yang bisa menghasilkan listrik di jalan tol,” jelas Budiawan.
Ia menyebutkan bahwa inovasi tersebut diklaim memiliki efisiensi sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan turbin angin biasa. Selain itu, ada pula inovasi Eco Gel yang terinspirasi dari permasalahan limbah rumah tangga.
“Karena minyak jelantah itu ada di mana-mana dan sering jadi limbah, siswa kami mengolahnya menjadi gel yang jika dicampurkan ke tanah bisa menahan nutrisi agar tidak terbawa air. Ini benar-benar semangat zero waste,” katanya.
Penanaman budaya STEAM sejak dini ini pun membuahkan hasil nyata. Sekolah Kharisma Bangsa tercatat meraih berbagai prestasi, mulai dari medali di Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga medali perak pada ajang internasional International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) yang digelar di Mumbai, India.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan, menuturkan bahwa inspirasi riset siswa sering kali lahir dari hal-hal sederhana di sekitar mereka, termasuk limbah lingkungan.
“Salah satu nilai dari science project itu adalah saat bahan diperoleh dari barang yang tidak dipakai lagi. Misalnya, siswa kami membuat prototipe turbin angin dari pipa bekas dan folder bekas yang bisa menghasilkan listrik di jalan tol,” jelas Budiawan.
Ia menyebutkan bahwa inovasi tersebut diklaim memiliki efisiensi sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan turbin angin biasa. Selain itu, ada pula inovasi Eco Gel yang terinspirasi dari permasalahan limbah rumah tangga.
“Karena minyak jelantah itu ada di mana-mana dan sering jadi limbah, siswa kami mengolahnya menjadi gel yang jika dicampurkan ke tanah bisa menahan nutrisi agar tidak terbawa air. Ini benar-benar semangat zero waste,” katanya.
Penanaman budaya STEAM sejak dini ini pun membuahkan hasil nyata. Sekolah Kharisma Bangsa tercatat meraih berbagai prestasi, mulai dari medali di Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga medali perak pada ajang internasional International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) yang digelar di Mumbai, India.
(nnz)
Lihat Juga :