Konsolnas 2026, Wamendikdasmen Soroti Kompetensi Guru
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan inisiatif sendiri melakukan tes UKBI uji kompetensi bahasa Indonesia. Hasilnya belum mengembirakan. Jadi yang unggul itu tampaknya di bawah 20% ya Pak. Yang unggul Pak. Mayoritasnya semenjana. Sedang-sedang saja,” tuturnya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, mengingat bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran di sekolah.
Baca juga: 125 Mahasantri Cinta Quran Center Siap Jadi Dai di Tengah Masyarakat
“Kompetensi guru dimana bahasa Indonesia itu adalah bahasa pengantar. Tapi yang unggulnya 20% ke bawah,” katanya.
Selain itu, Atip juga menyoroti kompetensi guru pada mata pelajaran lain, termasuk matematika. Ia mengungkapkan pernah menemukan kasus guru yang kesulitan menyelesaikan soal matematika yang diberikan.
“Untuk mata pelajaran yang lain. Kita ambil contoh untuk matematika. Pernah dalam satu kesempatan guru matematika itu. Diminta untuk menyelesaikan satu persoalan matematika. Dia tidak bisa menjawab. Jadi kompetensi is the first,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Prosperity is the first. Ini tolong kita menjadi PR semua soal kompetensi. Soal kompetensi,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, mengingat bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran di sekolah.
Baca juga: 125 Mahasantri Cinta Quran Center Siap Jadi Dai di Tengah Masyarakat
“Kompetensi guru dimana bahasa Indonesia itu adalah bahasa pengantar. Tapi yang unggulnya 20% ke bawah,” katanya.
Selain itu, Atip juga menyoroti kompetensi guru pada mata pelajaran lain, termasuk matematika. Ia mengungkapkan pernah menemukan kasus guru yang kesulitan menyelesaikan soal matematika yang diberikan.
“Untuk mata pelajaran yang lain. Kita ambil contoh untuk matematika. Pernah dalam satu kesempatan guru matematika itu. Diminta untuk menyelesaikan satu persoalan matematika. Dia tidak bisa menjawab. Jadi kompetensi is the first,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Prosperity is the first. Ini tolong kita menjadi PR semua soal kompetensi. Soal kompetensi,” katanya.
Lihat Juga :