Konsolnas 2026, Wamendikdasmen Soroti Kompetensi Guru
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Atip, rendahnya kompetensi guru berpotensi berdampak pada kualitas hasil belajar siswa.
“Jadi bisa dibayangkan kalau kemudian hasil output dari siswa-siswa kita juga belum mengembirakan,” ujarnya.
Selain kompetensi akademik, Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Ia mengingatkan bahwa guru memiliki peran sebagai teladan bagi peserta didik, baik dalam sikap, penampilan, maupun cara berbahasa.
“Guru itu harus berbicara tanpa kata. Dari mulai busana sampai kemudian juga diksi bahasa yang dia gunakan. Bagi guru itu, bagi murid itu selalu contoh,” katanya.
Atip menambahkan bahwa peserta didik cenderung meniru perilaku guru dibanding hanya mendengarkan nasihat.
“Bahwa anak kita, kalau bagi saya anak kandung saya, anak didik kita bukan pendengar yang baik. Tapi dia pencontoh yang baik. Pencontoh yang baik,” tuturnya.
Terkait dengan guru juga menjadi salah satu isu yang dibahas di Konsolnas, khususnya di Komisi VII. Rekomendasi komisi yang dibacakan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), Toto Suharya menekankan pemenuhan dan distribusi guru yang lebih fleksibel, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru, pemenuhan kepala sekolah dan pengawas definitif, serta dukungan tenaga kependidikan untuk administrasi sekolah.
“Jadi bisa dibayangkan kalau kemudian hasil output dari siswa-siswa kita juga belum mengembirakan,” ujarnya.
Selain kompetensi akademik, Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Ia mengingatkan bahwa guru memiliki peran sebagai teladan bagi peserta didik, baik dalam sikap, penampilan, maupun cara berbahasa.
“Guru itu harus berbicara tanpa kata. Dari mulai busana sampai kemudian juga diksi bahasa yang dia gunakan. Bagi guru itu, bagi murid itu selalu contoh,” katanya.
Atip menambahkan bahwa peserta didik cenderung meniru perilaku guru dibanding hanya mendengarkan nasihat.
“Bahwa anak kita, kalau bagi saya anak kandung saya, anak didik kita bukan pendengar yang baik. Tapi dia pencontoh yang baik. Pencontoh yang baik,” tuturnya.
Terkait dengan guru juga menjadi salah satu isu yang dibahas di Konsolnas, khususnya di Komisi VII. Rekomendasi komisi yang dibacakan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), Toto Suharya menekankan pemenuhan dan distribusi guru yang lebih fleksibel, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru, pemenuhan kepala sekolah dan pengawas definitif, serta dukungan tenaga kependidikan untuk administrasi sekolah.
(nnz)
Lihat Juga :