UNEJ Bersama BPOM Siapkan Mahasiswa Jadi Pendamping UMK di Bidang Keamanan Pangan
Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa program ini memiliki dua skema, yakni magang reguler dan KKN Tematik Keamanan Pangan, dengan skema reguler memberikan pembelajaran setara 20 SKS untuk membekali mahasiswa mendampingi UMK di bidang keamanan pangan.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari praktik pemilihan kemasan yang tepat, penetapan mutu produk, penerapan good practice, serta pelaksanaan audit internal untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian standar pada usaha pangan olahan.
“Mahasiswa nantinya dilatih merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi penyuluhan keamanan pangan. Mereka juga dibekali kemampuan menyusun dokumen seperti SOP dan formulir yang dibutuhkan UMK dalam proses pemenuhan persyaratan izin edar,” jelas Anita.
Metode pembelajaran dalam program ini menggunakan pendekatan studi kasus, Problem Based Learning (PBL), simulasi, serta praktik audit internal untuk melatih mahasiswa membantu UMK memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Yudi juga menawarkan perluasan kerja sama melalui inisiasi program baru pada tahun 2026, yakni Sapa Kampus KKN Tematik Keamanan Pangan.
“Bedanya dengan magang reguler, KKN Tematik ini berdurasi lebih singkat sehingga mencetak fasilitator di level kompetensi 3, sekaligus kader penyuluh atau edukator bagi masyarakat di desa lokasi KKN. Untuk mendukung program ini, kami di pusat juga tengah mengupayakan bantuan pendanaan CSR dari industri atau BUMN,” tambahnya.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai POM Jember ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan literasi serta penerapan standar keamanan pangan di masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa Universitas Jember diharapkan mampu berperan aktif mendampingi pelaku UMK agar semakin siap memenuhi standar keamanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk olahan di masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari praktik pemilihan kemasan yang tepat, penetapan mutu produk, penerapan good practice, serta pelaksanaan audit internal untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian standar pada usaha pangan olahan.
“Mahasiswa nantinya dilatih merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi penyuluhan keamanan pangan. Mereka juga dibekali kemampuan menyusun dokumen seperti SOP dan formulir yang dibutuhkan UMK dalam proses pemenuhan persyaratan izin edar,” jelas Anita.
Metode pembelajaran dalam program ini menggunakan pendekatan studi kasus, Problem Based Learning (PBL), simulasi, serta praktik audit internal untuk melatih mahasiswa membantu UMK memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Yudi juga menawarkan perluasan kerja sama melalui inisiasi program baru pada tahun 2026, yakni Sapa Kampus KKN Tematik Keamanan Pangan.
“Bedanya dengan magang reguler, KKN Tematik ini berdurasi lebih singkat sehingga mencetak fasilitator di level kompetensi 3, sekaligus kader penyuluh atau edukator bagi masyarakat di desa lokasi KKN. Untuk mendukung program ini, kami di pusat juga tengah mengupayakan bantuan pendanaan CSR dari industri atau BUMN,” tambahnya.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai POM Jember ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan literasi serta penerapan standar keamanan pangan di masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa Universitas Jember diharapkan mampu berperan aktif mendampingi pelaku UMK agar semakin siap memenuhi standar keamanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk olahan di masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :