Tak Sekadar Kebaya, Ini Makna Hari Kartini dari 2 Guru Besar Unika Atma Jaya
Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, semangat Kartini seharusnya dimaknai sebagai dorongan untuk membangun kesadaran kritis, bukan sekadar simbol. “Ini harus jadi momen refleksi, bukan seremoni,” tegasnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Kartini 2026
Dalam perjalanannya hingga menjadi Guru Besar, Prof. Christine menilai proses tersebut penuh rintangan dan tidak bisa disederhanakan. Ia mengibaratkannya seperti mendaki gunung—jatuh bangun, tetapi harus terus berjalan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjalani proses, sementara capaian besar merupakan hasil dari ketekunan.
Ia juga menekankan pentingnya nilai hidup bagi perempuan muda, yakni berani berkembang di tengah tekanan patriarki sekaligus membangun solidaritas. “Ketika kita berada dalam posisi yang lebih beruntung, beri ruang untuk memahami sebelum menilai. Cobalah melihat kondisi orang lain dan berikan dukungan,” pesannya.
Di sisi lain, Prof. Yasintha memandang Kartini sebagai sosok yang tidak pernah berhenti belajar dan memiliki rasa ingin tahu tinggi di tengah keterbatasan. Semangat dan kegigihan tersebut dinilai terus menginspirasi perempuan Indonesia hingga saat ini, termasuk dirinya yang berhasil menjalankan berbagai peran hingga menjadi Guru Besar.
Baca juga: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Kartini 2026
Dalam perjalanannya hingga menjadi Guru Besar, Prof. Christine menilai proses tersebut penuh rintangan dan tidak bisa disederhanakan. Ia mengibaratkannya seperti mendaki gunung—jatuh bangun, tetapi harus terus berjalan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjalani proses, sementara capaian besar merupakan hasil dari ketekunan.
Ia juga menekankan pentingnya nilai hidup bagi perempuan muda, yakni berani berkembang di tengah tekanan patriarki sekaligus membangun solidaritas. “Ketika kita berada dalam posisi yang lebih beruntung, beri ruang untuk memahami sebelum menilai. Cobalah melihat kondisi orang lain dan berikan dukungan,” pesannya.
Di sisi lain, Prof. Yasintha memandang Kartini sebagai sosok yang tidak pernah berhenti belajar dan memiliki rasa ingin tahu tinggi di tengah keterbatasan. Semangat dan kegigihan tersebut dinilai terus menginspirasi perempuan Indonesia hingga saat ini, termasuk dirinya yang berhasil menjalankan berbagai peran hingga menjadi Guru Besar.
Lihat Juga :