Tak Sekadar Kebaya, Ini Makna Hari Kartini dari 2 Guru Besar Unika Atma Jaya

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB
loading...
Tak Sekadar Kebaya,...
2 Guru Besar Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya/UAJ) berbicara tentang makna Hari Kartini. Foto/UAJ.
A A A
JAKARTA - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kerap identik dengan kebaya dan berbagai selebrasi simbolik. Namun, di balik itu, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tentang pendidikan, kesetaraan, dan keberanian berpikir kritis masih menjadi refleksi penting hingga hari ini.

Semangat tersebut tercermin dalam perjalanan dua Guru Besar Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya/UAJ), yakni Guru Besar Bidang Ilmu Linguistik Fakultas Pendidikan dan Bahasa, Prof. Christine Manara serta Guru Besar Bidang Ilmu Bisnis dan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Yasintha Soelasih.

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Perindo Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan Inklusif

Keduanya membagikan pengalaman serta nilai hidup yang mereka pegang hingga mencapai posisi akademik tertinggi.

Prof. Christine memaknai Kartini sebagai figur intelektual yang menjadikan pendidikan sebagai jalan pembebasan. Di tengah keterbatasan patriarki dan masa pingitan, Kartini tetap berkembang melalui membaca dan berpikir kritis. “Ia sudah berbicara tentang kesetaraan, pendidikan, bahkan politik sejak usia muda. She is a deep thinker and a genius,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, semangat Kartini seharusnya dimaknai sebagai dorongan untuk membangun kesadaran kritis, bukan sekadar simbol. “Ini harus jadi momen refleksi, bukan seremoni,” tegasnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Kartini 2026

Dalam perjalanannya hingga menjadi Guru Besar, Prof. Christine menilai proses tersebut penuh rintangan dan tidak bisa disederhanakan. Ia mengibaratkannya seperti mendaki gunung—jatuh bangun, tetapi harus terus berjalan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjalani proses, sementara capaian besar merupakan hasil dari ketekunan.

Ia juga menekankan pentingnya nilai hidup bagi perempuan muda, yakni berani berkembang di tengah tekanan patriarki sekaligus membangun solidaritas. “Ketika kita berada dalam posisi yang lebih beruntung, beri ruang untuk memahami sebelum menilai. Cobalah melihat kondisi orang lain dan berikan dukungan,” pesannya.

Di sisi lain, Prof. Yasintha memandang Kartini sebagai sosok yang tidak pernah berhenti belajar dan memiliki rasa ingin tahu tinggi di tengah keterbatasan. Semangat dan kegigihan tersebut dinilai terus menginspirasi perempuan Indonesia hingga saat ini, termasuk dirinya yang berhasil menjalankan berbagai peran hingga menjadi Guru Besar.

Gelar Guru Besar menjadi bukti konsistensi Prof. Yasintha dalam terus belajar dan mengejar mimpi. Ia menegaskan bahwa pilihannya untuk terjun ke dunia pendidikan sejak awal harus dijalankan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Selain itu, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang mendorongnya untuk terus berkembang.

Sejalan dengan itu, Prof. Yasintha menyoroti pentingnya keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi melalui manajemen waktu yang disiplin. Menurutnya, perempuan perlu mampu menjalankan perannya secara bijak, baik dalam pekerjaan maupun keluarga. “Kalau waktunya bekerja ya bekerja, tapi kalau sudah di rumah sudah tidak boleh ada pekerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mimpi harus diiringi dengan rencana dan pengendalian diri agar dapat terwujud. Perempuan masa kini, menurutnya, memiliki peluang yang lebih terbuka dibandingkan masa Kartini, sehingga penting untuk memanfaatkan waktu secara maksimal. “Mimpi itu bukan sekadar mimpi, kita harus punya target, rencana, fokus, dan selalu ingat untuk berdoa kepada Tuhan,” tegasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Sosok Prof Jhanghiz...
Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
Unika Atma Jaya Masuk...
Unika Atma Jaya Masuk Daftar Universitas Terbaik THE Asia University Rankings 2026
President University...
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset
Momen Hari Kartini,...
Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Raline Shah Tampil Stunning...
Raline Shah Tampil Stunning di Cannes Film Festival 2026 dengan Kebaya Modern
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved