Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
Rabu, 22 April 2026 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Perindo Silaturahmi dengan Siti Rohmi di Hari Kartini, Perkuat Konsolidasi di NTB
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah mengatakan jabatan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan amanah intelektual dan moral.
“Guru Besar adalah penjaga api keilmuan sekaligus penjaga arah peradaban. Mereka tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, etika, dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang,” kata Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan, kehadiran dua perempuan sebagai Guru Besar di bidang-bidang tersebut menunjukkan pergeseran peran perempuan dari sekadar partisipan menjadi pemimpin pemikiran (thought leader). Hal ini sejalan dengan gagasan Kartini yang menempatkan perempuan sebagai agen perubahan, pendidik, sekaligus penjaga nilai dalam masyarakat.
“Peran Guru Besar dinilai tidak hanya sebagai penghasil pengetahuan (knowledge producer), tetapi juga sebagai penyebar nilai (value distributor). Di tengah percepatan perubahan dan disrupsi teknologi, sosok Guru Besar diharapkan mampu menjembatani antara pengetahuan dan kebijaksanaan, serta membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan moral,” tutur Profesor peneliti Robot Humanoid tersebut.
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah mengatakan jabatan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan amanah intelektual dan moral.
“Guru Besar adalah penjaga api keilmuan sekaligus penjaga arah peradaban. Mereka tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, etika, dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang,” kata Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan, kehadiran dua perempuan sebagai Guru Besar di bidang-bidang tersebut menunjukkan pergeseran peran perempuan dari sekadar partisipan menjadi pemimpin pemikiran (thought leader). Hal ini sejalan dengan gagasan Kartini yang menempatkan perempuan sebagai agen perubahan, pendidik, sekaligus penjaga nilai dalam masyarakat.
“Peran Guru Besar dinilai tidak hanya sebagai penghasil pengetahuan (knowledge producer), tetapi juga sebagai penyebar nilai (value distributor). Di tengah percepatan perubahan dan disrupsi teknologi, sosok Guru Besar diharapkan mampu menjembatani antara pengetahuan dan kebijaksanaan, serta membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan moral,” tutur Profesor peneliti Robot Humanoid tersebut.
Lihat Juga :