Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
Rabu, 22 April 2026 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Pengukuhan yang bertepatan dengan Hari Kartini dinilai bukan sekadar kebetulan, melainkan refleksi konkret dari gagasan emansipatif yang diperjuangkan Kartini. Semangat kesetaraan, akses pendidikan, dan kebebasan berpikir yang ia wariskan dinilai terus hidup dan menemukan relevansinya dalam dunia akademik modern.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Augustina Kurniasih menyoroti bahwa manajemen keuangan tidak lagi dapat dipahami secara sempit sebagai upaya efisiensi dan maksimalisasi keuntungan. Sebaliknya, ia harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, mencakup keadilan distribusi, tanggung jawab sosial, serta keberlanjutan jangka panjang.
“Keuangan bukan sekadar instrumen teknis, tetapi juga mekanisme yang menentukan arah kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat,” ujarnya.
Dalam bidang media dan komunikasi, salah satu sorotan utama adalah pergeseran mendasar dari media massa ke platform digital yang mengubah ekologi komunikasi. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Nurhayani Saragih, menegaskan bahwa transformasi ini mengubah posisi publik dari sekadar penerima informasi menjadi produsen makna.
“Perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Arus informasi yang masif, termasuk disinformasi dan fenomena hiperrealitas, menuntut peran akademisi dalam menjaga kualitas wacana publik. Literasi media dan etika komunikasi menjadi krusial agar komunikasi tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadaban,” ucap Nurhayani.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Augustina Kurniasih menyoroti bahwa manajemen keuangan tidak lagi dapat dipahami secara sempit sebagai upaya efisiensi dan maksimalisasi keuntungan. Sebaliknya, ia harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, mencakup keadilan distribusi, tanggung jawab sosial, serta keberlanjutan jangka panjang.
“Keuangan bukan sekadar instrumen teknis, tetapi juga mekanisme yang menentukan arah kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat,” ujarnya.
Dalam bidang media dan komunikasi, salah satu sorotan utama adalah pergeseran mendasar dari media massa ke platform digital yang mengubah ekologi komunikasi. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Nurhayani Saragih, menegaskan bahwa transformasi ini mengubah posisi publik dari sekadar penerima informasi menjadi produsen makna.
“Perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Arus informasi yang masif, termasuk disinformasi dan fenomena hiperrealitas, menuntut peran akademisi dalam menjaga kualitas wacana publik. Literasi media dan etika komunikasi menjadi krusial agar komunikasi tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadaban,” ucap Nurhayani.
(nnz)
Lihat Juga :