Kisah Jessy Wijaya, Lulusan Tercepat Program Spesialis FKG UGM Raih IPK 3,97

Jum'at, 01 Mei 2026 - 15:46 WIB
loading...
Kisah Jessy Wijaya,...
Jessy Wijaya erhasil menyelesaikan pendidikan Spesialis Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM hanya dalam waktu 2 tahun 11 bulan 17 hari. Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Sebanyak 1.638 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Grha Sabha Pramana. Dari ribuan wisudawan tersebut, nama Jessy Wijaya menjadi salah satu lulusan yang mencuri perhatian berkat prestasi akademiknya.

Dokter gigi berusia 30 tahun itu berhasil menyelesaikan pendidikan Spesialis Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM hanya dalam waktu 2 tahun 11 bulan 17 hari. Capaian tersebut menjadikannya sebagai lulusan tercepat pada program spesialis periode wisuda kali ini.

Baca juga: Kisah Stanley Evander, Lulusan Doktor Tercepat UGM 2026 dengan Riset Kit Ekstraksi DNA

Waktu studi Jessy jauh lebih singkat dibandingkan rata-rata masa studi 89 lulusan spesialis lainnya yang mencapai 3 tahun 11 bulan. Tidak hanya itu, Jessy juga meraih predikat pujian atau cumlaude setelah memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sebesar 3,97. Sementara rata-rata IPK lulusan program tersebut berada di angka 3,80.

Jessy mengungkapkan bahwa keberhasilannya menyelesaikan pendidikan lebih cepat tidak terlepas dari kecintaannya terhadap bidang Periodonsia. Menurutnya, rasa suka terhadap bidang yang dipelajari membuat seluruh proses pendidikan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Baca juga: Sosok Raden Farhan, Wisudawan Terbaik S1 Unpad yang Lulus Kuliah 3,5 Tahun

“Sejujurnya saya tidak pernah menargetkan untuk lulus tercepat atau mendapatkan IPK tertinggi. Semua berjalan karena saya memang menyukai Periodonsia, sehingga apa yang dipelajari tidak terasa berat dan justru membuat saya semakin ingin belajar,” ujar Jessy, dikutip dari laman UGM, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, keputusan melanjutkan studi pada Program Ilmu Kedokteran Gigi Klinis sebelum mengambil pendidikan spesialis turut membantunya memahami dasar teori dengan lebih baik. Dengan bekal tersebut, ia dapat lebih fokus mendalami perkembangan ilmu saat memasuki program spesialis.

Baca juga: Kisah Ravidho, Pria Asal Riau Peraih Gelar Doktor Termuda dan Tercepat UGM

Perjalanan akademik Jessy dimulai sejak jenjang sarjana hingga pendidikan spesialis di FKG UGM. Selama menempuh pendidikan, ia mengaku mendapat dukungan besar dari keluarga, dosen pembimbing, serta rekan sesama residen.

Menurut Jessy, lingkungan belajar yang positif menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu.

“Berkat doa dan dukungan penuh keluarga yang selalu mendampingi perjalanan saya. Selain itu, para dosen sangat mendukung mahasiswa agar berprestasi dan cepat lulus. Teman-teman residen juga menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan,” katanya.

Dalam bidang penelitian, Jessy menaruh perhatian pada regenerasi jaringan penunjang gigi. Topik riset yang ia tekuni sejak masa sarjana hingga pendidikan spesialis masih berkaitan dengan pengembangan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang lebih menyeluruh.

Selama menjalani pendidikan spesialis, Jessy mengaku sempat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemenuhan kasus hingga kebutuhan alat-alat bedah. Namun, fasilitas yang tersedia di Program Studi Periodonsia FKG UGM dinilai sangat mendukung proses pembelajaran dan praktik klinis.

Tak hanya aktif di dalam negeri, Jessy juga pernah mengikuti berbagai seminar dan kompetisi internasional. Pada 2024, ia menghadiri seminar Asia Pacific Society of Periodontology di Vietnam. Selain itu, ia turut berpartisipasi dalam ajang 5th Postgraduate Research Day di Universiti Sains Malaysia.

“Kedua pengalaman tersebut sangat memperluas wawasan sekaligus koneksi saya,” ungkapnya.

Setelah resmi menyandang gelar dokter gigi spesialis, Jessy berkomitmen untuk segera mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama kuliah untuk merawat pasien. Ia juga bertekad terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan melalui pendidikan lanjutan maupun pengembangan keterampilan profesional.

“Saya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari untuk membantu dan merawat pasien dengan sebaik mungkin,” tuturnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Daftar Ulang UGM Jalur...
Daftar Ulang UGM Jalur SNBT 2026 Dibuka, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Berita Terkini
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved