Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Inovasi
Sabtu, 02 Mei 2026 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Upaya ini diperkuat melalui revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Penguatan pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pramuka. Secara paralel, peningkatan kualitas pembelajaran didorong melalui Gerakan Literasi dan Numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi berbasis mutu.
Perluasan akses juga terus diakselerasi melalui skema Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), penguatan komunitas belajar, serta layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus guna memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
Penguatan peran guru, dosen, dan tenaga kependidikan terus dilakukan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang turut didukung peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.
Pada jenjang pendidikan tinggi, peran dosen dan peneliti diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap kebutuhan masa depan.
Kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix, program Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, serta pengembangan kawasan sains dan teknologi (Science Techno Park) menjadi instrumen strategis untuk memastikan bahwa hasil pembelajaran bertransformasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Konsorsium perguruan tinggi juga disorot telah berkontribusi dalam menangani tantangan seperti stunting dan kemiskinan.
Penguatan pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter melalui budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pramuka. Secara paralel, peningkatan kualitas pembelajaran didorong melalui Gerakan Literasi dan Numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi berbasis mutu.
Perluasan akses juga terus diakselerasi melalui skema Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), penguatan komunitas belajar, serta layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus guna memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
Penguatan peran guru, dosen, dan tenaga kependidikan terus dilakukan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang turut didukung peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.
Pada jenjang pendidikan tinggi, peran dosen dan peneliti diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap kebutuhan masa depan.
Kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix, program Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, serta pengembangan kawasan sains dan teknologi (Science Techno Park) menjadi instrumen strategis untuk memastikan bahwa hasil pembelajaran bertransformasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Konsorsium perguruan tinggi juga disorot telah berkontribusi dalam menangani tantangan seperti stunting dan kemiskinan.
Lihat Juga :