Sekolah Yehonala Peringati Hari Anti Bullying Sedunia 2026 dengan Edukasi dan Komitmen Bersama
Rabu, 06 Mei 2026 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, pada pukul 10.00–11.00 WIB, Sekolah Yehonala mengadakan seminar bagi orang tua siswa SD yang menghadirkan BPMP Kepulauan Riau. Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai peran penting keluarga dalam mencegah dan menangani bullying sejak dini.
Kegiatan berlanjut dengan penyuluhan untuk siswa SMP pada pukul 11.00–12.00 WIB yang disampaikan oleh DP3AP2KB Unit PPA. Dalam sesi ini, siswa tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga diajak berkomitmen melalui penandatanganan banner sebagai bentuk deklarasi bersama #yehopledge #antibullying #SekolahAmanDanNyaman.
Pada sesi terakhir, penyuluhan untuk siswa SMA/SMK dilaksanakan pada pukul 14.00–15.00 WIB yang juga diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Yehonala ingin menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk siswa, orang tua, dan instansi terkait.
“Setiap anak berhak merasa aman, nyaman, didengar, dan dilindungi. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran bersama—baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari,” ujar Cevy Amelia, selaku psikolog sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan berlanjut dengan penyuluhan untuk siswa SMP pada pukul 11.00–12.00 WIB yang disampaikan oleh DP3AP2KB Unit PPA. Dalam sesi ini, siswa tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga diajak berkomitmen melalui penandatanganan banner sebagai bentuk deklarasi bersama #yehopledge #antibullying #SekolahAmanDanNyaman.
Pada sesi terakhir, penyuluhan untuk siswa SMA/SMK dilaksanakan pada pukul 14.00–15.00 WIB yang juga diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Yehonala ingin menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk siswa, orang tua, dan instansi terkait.
“Setiap anak berhak merasa aman, nyaman, didengar, dan dilindungi. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran bersama—baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari,” ujar Cevy Amelia, selaku psikolog sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut.
Lihat Juga :