Bikin Bangga, Siswa SMPK 4 Penabur Borong Belasan Medali di German Math Olympiad 2026
Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk soal yang diujikan, itu mirip dengan latihan soal yang dipelajari di sekolah, sehingga pertanyaannya antara mudah dan sulit. Pada soal yang sulit saya mengatasinya dengan mengatur nafas dan mencoba mengingat rumus-rumus yang diberikan guru di sekolah,” tutur Brighita.
Cherilyn yang mengikuti kategori kompetisi kelas 9-11 menemukan kesulitan lain dalam mengerjakan soal.
“Soal yang diberikan cukup unik dan banyak menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari. Namun, ada beberapa materi soal yang belum pernah saya pelajari dan banyak juga yang tricky. Jadi, memerlukan kejelian dan ketelitian untuk memecahkannya. Untuk itu, saya berusaha tenang dan fokus sambil mengingat rumus yang sudah dipelajari sebelumnya. Syukurlah setelah itu, banyak soal yang bisa terselesaikan,” ungkap Cherilyn lega.
Baik Brighita, Giovinco, Alexander, maupun Cherilyn merasa senang dapat membawa pulang medali kemenangan di kompetisi GMO.
“Saya merasa senang karena ini pertama kalinya saya memenangkan lomba matematika, setelah mengalami kegagalan tiga kali dalam kompetisi sebelumnya. Keberhasilan ini membuat guru, orang tua, dan teman-teman saya bangga,” ungkap Brighita.
“Kemenangan ini sekaligus memotivasi saya untuk terus berlatih agar bisa mengikuti kompetisi selanjutnya,” tutur Cherilyn.
Brighita, Giovinco, Alexander, dan Cherilyn berpesan kepada setiap siswa di Indonesia untuk terus semangat belajar dan menentukan arah tujuan hingga berhasil meraih prestasi terbaik.
“Jangan takut bertanya pada guru dan teman-teman di sekolah. Pantang menyerah dan selalu andalkan Tuhan dengan berdoa setiap waktu,” pesan mereka.
Cherilyn yang mengikuti kategori kompetisi kelas 9-11 menemukan kesulitan lain dalam mengerjakan soal.
“Soal yang diberikan cukup unik dan banyak menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari. Namun, ada beberapa materi soal yang belum pernah saya pelajari dan banyak juga yang tricky. Jadi, memerlukan kejelian dan ketelitian untuk memecahkannya. Untuk itu, saya berusaha tenang dan fokus sambil mengingat rumus yang sudah dipelajari sebelumnya. Syukurlah setelah itu, banyak soal yang bisa terselesaikan,” ungkap Cherilyn lega.
Baik Brighita, Giovinco, Alexander, maupun Cherilyn merasa senang dapat membawa pulang medali kemenangan di kompetisi GMO.
“Saya merasa senang karena ini pertama kalinya saya memenangkan lomba matematika, setelah mengalami kegagalan tiga kali dalam kompetisi sebelumnya. Keberhasilan ini membuat guru, orang tua, dan teman-teman saya bangga,” ungkap Brighita.
“Kemenangan ini sekaligus memotivasi saya untuk terus berlatih agar bisa mengikuti kompetisi selanjutnya,” tutur Cherilyn.
Brighita, Giovinco, Alexander, dan Cherilyn berpesan kepada setiap siswa di Indonesia untuk terus semangat belajar dan menentukan arah tujuan hingga berhasil meraih prestasi terbaik.
“Jangan takut bertanya pada guru dan teman-teman di sekolah. Pantang menyerah dan selalu andalkan Tuhan dengan berdoa setiap waktu,” pesan mereka.
(nnz)
Lihat Juga :