Bikin Bangga, Siswa SMPK 4 Penabur Borong Belasan Medali di German Math Olympiad 2026
Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain di sekolah, keempat siswa juga berlatih secara mandiri di rumah dengan cara masing-masing.
“Saya belajar setiap hari minimal satu jam dengan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru di sekolah. Saya juga terus berlatih untuk memperdalam logika dan kemampuan problem solving,” ujar Giovinco.
“Saya juga belajar dengan mencari soal-soal dari berbagai olimpiade maupun kompetisi lainnya,” sambung Alexander.
Pengalaman ikut lomba hingga berhasil menang menjadi pengalaman yang seru bagi Giovinco, terutama karena dapat pergi ke Jerman untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Goethe-Universität Frankfurt am Main merupakan lokasi kompetisi berlangsung. Universitasnya sangat luas dengan arsitektur khas Eropa,” cerita Giovinco.
“Pada kompetisi GMO ada banyak pelajar yang datang dari berbagai negara dengan budaya berbeda-beda, jadi seringkali saya mengalami kebingungan,” ungkap Brighita.
“Jadi, kita harus jaga sikap dan menghargai budaya masing-masing,” sambung Alexander.
Giovinco berpendapat suasana kompetisi sangat meriah dan kompetitif. Semua peserta sangat bersemangat dan berusaha menampilkan yang terbaik untuk sekolah dan negara masing-masing.
“Kompetisinya sangat menarik. Selain math exam, diadakan juga math dan puzzle challenge yang membuat kami semakin bersemangat sekaligus tertantang untuk memberikan yang terbaik,” tutur Giovinco.
“Saya belajar setiap hari minimal satu jam dengan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru di sekolah. Saya juga terus berlatih untuk memperdalam logika dan kemampuan problem solving,” ujar Giovinco.
“Saya juga belajar dengan mencari soal-soal dari berbagai olimpiade maupun kompetisi lainnya,” sambung Alexander.
Pengalaman ikut lomba hingga berhasil menang menjadi pengalaman yang seru bagi Giovinco, terutama karena dapat pergi ke Jerman untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Goethe-Universität Frankfurt am Main merupakan lokasi kompetisi berlangsung. Universitasnya sangat luas dengan arsitektur khas Eropa,” cerita Giovinco.
“Pada kompetisi GMO ada banyak pelajar yang datang dari berbagai negara dengan budaya berbeda-beda, jadi seringkali saya mengalami kebingungan,” ungkap Brighita.
“Jadi, kita harus jaga sikap dan menghargai budaya masing-masing,” sambung Alexander.
Giovinco berpendapat suasana kompetisi sangat meriah dan kompetitif. Semua peserta sangat bersemangat dan berusaha menampilkan yang terbaik untuk sekolah dan negara masing-masing.
“Kompetisinya sangat menarik. Selain math exam, diadakan juga math dan puzzle challenge yang membuat kami semakin bersemangat sekaligus tertantang untuk memberikan yang terbaik,” tutur Giovinco.
Lihat Juga :