Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Rabu, 27 Mei 2026 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Kendati teknologi dapat mengakses data dari tubuh kita seperti detak jantung, frekuensi tidur, bahkan emosi, Ressa menyarankan agar manusia sebagai pengguna teknologi tetap menjadi pengendali atas diri sendiri.
“Jangan tergantung sepenuhnya pada teknologi, apalagi diarahkan oleh teknologi,” tegas Ressa.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santosa sangat mengapresiasi riset yang dilakukan Ressa. Menurutnya, temuan promosi doktor kali ini menunjukkan arah baru dalam pengembangan ilmu komunikasi.
“Temuan disertasi Ressa Uli Patrissia memperlihatkan bahwa ilmu komunikasi hari ini tidak lagi cukup hanya membaca relasi antarmanusia atau relasi manusia dengan media,” kata Yoga.
Saat ini, menurutnya, kita sedang memasuki era baru, ketika komunikasi berlangsung dalam hubungan yang semakin kompleks antara manusia, data, algoritma, kecerdasan buatan, perangkat digital, dan struktur sosial masyarakat. Ini adalah wilayah penting yang harus dijawab oleh ilmu komunikasi masa depan
“Jangan tergantung sepenuhnya pada teknologi, apalagi diarahkan oleh teknologi,” tegas Ressa.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santosa sangat mengapresiasi riset yang dilakukan Ressa. Menurutnya, temuan promosi doktor kali ini menunjukkan arah baru dalam pengembangan ilmu komunikasi.
“Temuan disertasi Ressa Uli Patrissia memperlihatkan bahwa ilmu komunikasi hari ini tidak lagi cukup hanya membaca relasi antarmanusia atau relasi manusia dengan media,” kata Yoga.
Saat ini, menurutnya, kita sedang memasuki era baru, ketika komunikasi berlangsung dalam hubungan yang semakin kompleks antara manusia, data, algoritma, kecerdasan buatan, perangkat digital, dan struktur sosial masyarakat. Ini adalah wilayah penting yang harus dijawab oleh ilmu komunikasi masa depan
(nnz)
Lihat Juga :