Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB
loading...
Keluarga Anang Hermansyah menjadi pusat perhatian pada wisuda Universitas Airlangga (Unair). Foto/Unair.
A
A
A
JAKARTA - Keluarga Anang Hermansyah menjadi pusat perhatian pada wisuda Universitas Airlangga ( Unair ) periode 262 pekan lalu. Hal ini terjadi karena Anang Hermansyah, Ashanti, dan Azriel Hermansyah kompak menjalani prosesi wisuda secara bersama-sama.
Tidak hanya merayakan kelulusan bersama, keluarga 3A juga turut memeriahkan prosesi wisuda dengan mempersembahkan penampilan spesial di hadapan para wisudawan dan tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menyita perhatian dan menambah kesan hangat dalam rangkaian Wisuda
Baca juga: Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini
Ashanty resmi menyandang gelar doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan IPK 3,94. Sementara itu, Anang Hermansyah dan Azriel Hermansyah masing masing lulus dari Program Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan IPK 3,96 dan Magister Ilmu Politik dengan IPK 3,57.
Di momen sakral itu, Ashanty diberi kesempatan menyampaikan pidato. Dr Ashanty Hastuti SSos MM, yang akrab disapa Ashanty, mengungkapkan bahwa wisuda bersama suami dan anak menjadi momen yang sangat berkesan baginya.
“Bangga sekali bisa wisuda bersama. Ini momen bersejarah dan pengalaman pribadi yang tidak bisa terulang lagi. Apalagi Mas Anang sampai mengundur wisuda selama tiga bulan agar bisa wisuda bersama anak dan istri,” katanya, dikutip dari laman Unair, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Sibuk di Dunia Entertainment, 4 Artis Ini Tetap Sukses Raih Gelar Magister dan Doktor
Ia juga memaparkan bahwa keberhasilan meraih gelar doktor merupakan hasil kegigihan dan perjuangan yang penuh tantangan. Terlebih lagi, ia memiliki peran sebagai ibu, istri, serta tokoh publik dengan kesibukan yang padat.
“Berdiri di podium rasanya seperti mimpi yang terwujud melalui kerja keras yang panjang. Di usia 43 tahun, banyak rintangan dan perjuangan akademik yang tidak mudah. Berkali-kali ada momen ketika saya ingin menyerah. Melalui proses riset, sidang, dan perjalanan akademik mengajarkan saya tentang ketahanan diri dan kerendahan hati,” ujarnya saat pidato perwakilan wisudawan.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan keluarga. “Pencapaian ini adalah hasil dari perjuangan dan usaha yang tidak pernah berhenti. Saya bisa berdiri di sini karena dukungan suami, anak-anak, dan keluarga,” katanya.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Sementara itu, Anang Hermansyah SIP MPSDM, akrab disapa Anang, mengatakan bahwa lingkungan Unair mendukungnya dalam proses belajar, sehingga ia berkomitmen untuk melanjutkan studi doktornya di kampus ternama ini.
“Lingkungan Unair mendukung saya dalam menuntut ilmu dan mencapai keinginan. Oleh sebab itu, saya bertekad melanjutkan studi S3 di kampus ini karena saya percaya bahwa mengejar pendidikan tidak ada batasnya,” tuturnya.
Baginya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar. Ia menilai, ilmu yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Yang penting bukan gelarnya, tapi bagaimana kita bisa terus berkontribusi dan memberikan manfaat bagi orang lain. Pendidikan adalah proses untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.
Tidak hanya merayakan kelulusan bersama, keluarga 3A juga turut memeriahkan prosesi wisuda dengan mempersembahkan penampilan spesial di hadapan para wisudawan dan tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menyita perhatian dan menambah kesan hangat dalam rangkaian Wisuda
Baca juga: Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini
Ashanty resmi menyandang gelar doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan IPK 3,94. Sementara itu, Anang Hermansyah dan Azriel Hermansyah masing masing lulus dari Program Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan IPK 3,96 dan Magister Ilmu Politik dengan IPK 3,57.
Di momen sakral itu, Ashanty diberi kesempatan menyampaikan pidato. Dr Ashanty Hastuti SSos MM, yang akrab disapa Ashanty, mengungkapkan bahwa wisuda bersama suami dan anak menjadi momen yang sangat berkesan baginya.
“Bangga sekali bisa wisuda bersama. Ini momen bersejarah dan pengalaman pribadi yang tidak bisa terulang lagi. Apalagi Mas Anang sampai mengundur wisuda selama tiga bulan agar bisa wisuda bersama anak dan istri,” katanya, dikutip dari laman Unair, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Sibuk di Dunia Entertainment, 4 Artis Ini Tetap Sukses Raih Gelar Magister dan Doktor
Ia juga memaparkan bahwa keberhasilan meraih gelar doktor merupakan hasil kegigihan dan perjuangan yang penuh tantangan. Terlebih lagi, ia memiliki peran sebagai ibu, istri, serta tokoh publik dengan kesibukan yang padat.
“Berdiri di podium rasanya seperti mimpi yang terwujud melalui kerja keras yang panjang. Di usia 43 tahun, banyak rintangan dan perjuangan akademik yang tidak mudah. Berkali-kali ada momen ketika saya ingin menyerah. Melalui proses riset, sidang, dan perjalanan akademik mengajarkan saya tentang ketahanan diri dan kerendahan hati,” ujarnya saat pidato perwakilan wisudawan.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan keluarga. “Pencapaian ini adalah hasil dari perjuangan dan usaha yang tidak pernah berhenti. Saya bisa berdiri di sini karena dukungan suami, anak-anak, dan keluarga,” katanya.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Sementara itu, Anang Hermansyah SIP MPSDM, akrab disapa Anang, mengatakan bahwa lingkungan Unair mendukungnya dalam proses belajar, sehingga ia berkomitmen untuk melanjutkan studi doktornya di kampus ternama ini.
“Lingkungan Unair mendukung saya dalam menuntut ilmu dan mencapai keinginan. Oleh sebab itu, saya bertekad melanjutkan studi S3 di kampus ini karena saya percaya bahwa mengejar pendidikan tidak ada batasnya,” tuturnya.
Baginya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar. Ia menilai, ilmu yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Yang penting bukan gelarnya, tapi bagaimana kita bisa terus berkontribusi dan memberikan manfaat bagi orang lain. Pendidikan adalah proses untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :