Diikuti 9 Negara, IIBF 2020 akan Digelar Virtual
Kamis, 24 September 2020 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
"Dari pintu gerbangnya mirip JCC, kita masuk, lalu tingggal memilih, lalu bisa mesan buku hingga membeli buku melalui website ini," katanya. (Baca juga: Mendikbud Tetap Terapkan Kurikulum Baru di Sekolah Penggerak )
Arys mengatakan, Thailand dan Vietnam juga telah melakukan pameran buku secara virtual. Pihaknya pun segera bergegas melakukan hal yang sama karena memiliki tugas penting untuk mengembangkan gerakan literasi masyarakat, mempermudah masyarakat mengakses bahan pustaka dan meningkatkan minat baca serta mengembangkan kecerdasan bangsa.
Dia menjelaskan, masa pandemi ini memang menimbulkan kesulitan namun juga peluang baru. Misalnya saja karena IIBF ini virtual maka peserta penerbit pun bisa datang lebih banyak. Tidak hanya dari Pulau Jawa namun juga dari Sumatera dan Sulawesi. Bahkan karena virtual ini memudahkan peserta dari luar negeri untuk ikut serta juga. (Baca juga: Komisi X DPR Tetapkan Anggaran Kemendikbud Tahun 2021 Rp81,5 T )
"Jadi ada tantangan tetapi juga ada peluang bagi kita. Mudah-mudahan juga ini menjadi sebuah ikhtiar baru kita," ujarnya.
Menurutnya, pada masa pandemi ini juga dunia penerbitan berada dalam kondisi yang sulit. Oleh karena itu, jelasnya, penjualan secara online ini merupakan salah satu cara agar dunia penerbitan ini tetap bertahan.
Arys mengatakan, Thailand dan Vietnam juga telah melakukan pameran buku secara virtual. Pihaknya pun segera bergegas melakukan hal yang sama karena memiliki tugas penting untuk mengembangkan gerakan literasi masyarakat, mempermudah masyarakat mengakses bahan pustaka dan meningkatkan minat baca serta mengembangkan kecerdasan bangsa.
Dia menjelaskan, masa pandemi ini memang menimbulkan kesulitan namun juga peluang baru. Misalnya saja karena IIBF ini virtual maka peserta penerbit pun bisa datang lebih banyak. Tidak hanya dari Pulau Jawa namun juga dari Sumatera dan Sulawesi. Bahkan karena virtual ini memudahkan peserta dari luar negeri untuk ikut serta juga. (Baca juga: Komisi X DPR Tetapkan Anggaran Kemendikbud Tahun 2021 Rp81,5 T )
"Jadi ada tantangan tetapi juga ada peluang bagi kita. Mudah-mudahan juga ini menjadi sebuah ikhtiar baru kita," ujarnya.
Menurutnya, pada masa pandemi ini juga dunia penerbitan berada dalam kondisi yang sulit. Oleh karena itu, jelasnya, penjualan secara online ini merupakan salah satu cara agar dunia penerbitan ini tetap bertahan.
Lihat Juga :