Ornamen Header
4 Mahasiswa UNS Raih Pendanaan KIBM Nasional 2020
4 Mahasiswa UNS Raih Pendanaan KIBM Nasional 2020
Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Foto/Dok/SINDOnews
SOLO - Empat delegasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil lolos pendanaan pada ajang Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) Nasional 2020 yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal tersebut diumumkan melalui Surat Keputusan (SK) Puspresnas Kemendikbud pada 5 Oktober 2020. KIBM sendiri bertujuan untuk mendorong terciptanya wirausahawan yang kreatif dan inovatif di era revolusi industri 4.0, serta membangun soft skill dengan baik. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan dan Alumni UNS Solo, Prof Kuncoro Diharjo mengungkapkan sangat bangga dan mengapresiasi hasil KIBM tersebut. (Baca juga: Kembangkan Kecerdasan Buatan, ITS Buka PUI-AIHeS)

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa harus berani untuk berkreasi dan berinovasi agar dapat menciptakan suatu hal yang membawa dampak bagi masyarakat. “KIBM merupakan bisnis yang berbasis inovasi, jadi diharapkan mampu memacu adrenalin mahasiswa untuk berinovasi dan berkreasi. Kalau kita punya gagasan inovasi ujungnya bukan hanya ini sebagai sesuatu yang kita miliki saja, tapi bagaimana dampaknya bagi masyarakat,” terang Kuncoro Diharjo, Kamis (15/10/2020).

Keempat proposal delegasi UNS yang lolos tersebut antara lain Dimasakin Uti, Go Rattan, Kacang Mete Anggun dan Galaxy Pengetahuan. Salah seorang mahasiswa pemiliki usaha Go Rattan, Fitri Icha Masdhita mengungkapkan bahwa Ia sangat senang saat diumumkan usulannya lolos KIBM nasional. “Alhamdulillah, Go Rattan lolos menjadi salah satu penerima pendanaan dari Dikti. Perasaan saya sebagai founder jadi lebih mawas untuk mempertanggungjawabkan amanah pendanaan tersebut,” kata Fitri Icha Masdhita.



Go Rattan merupakan bisnis usaha berupa tas rotan khas Bali yang sudah digeluti oleh mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS tersebut sejak November 2017. Pada awal berdiri, nama usaha yang Icha rintis bernama @jegegbali.co kemudian dilakukan re-branding menjadi Go Rattan Bali untuk mempermudah penyebutan merek. “Target market utama kami adalah reseller dan distributor produk kerajinan tas rotan yang berdomisili di luar negeri,” paparnya. (Baca juga: Mahasiswa Unpad Temukan Senyawa Ekstrak Kulit Manggis untuk Anti COVID-19)

Kebanyakan client berasal dari luar negeri. Permintaan terbanyak dari negara Malaysia, Filipina dan Turki. “Pemasaran dilakukan secara online melalui instagram adsvertising. Buat teman-teman yang ingin membeli bisa langsung cek Instagram @gorattan.bali,” imbuhnya.

Dalam jangka waktu ke depan, Icha sedang menyiapkan beberapa proyek yang tertunda karena COVID-19. “Harapannya semoga tahun depan, kita semua bisa beraktivitas normal lagi dan proyek Go Rattan yang tertunda dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!