UIN Bandung Bangun Pusat Riset Sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam Dunia
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
JK berharap dengan adanya pusat riset Sejarah Rasullah dan peradaban Islam yang didirikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia kelak dapat menjadi kiblat baru pemikiran Islam dunia. Apalagi, menurutnya Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat rujukan Islam saat ini penuh dengan konflik sehingga wajah Islam yang rahmatan lil alamin tidak ditemukan lagi di tempat kelahiran Islam tersebut. (Baca juga: Kampus Merdeka Bekali Mahasiswa untuk Hadapi Tantangan Masa Depan )
“Sudah saatnya Indonesia menjadi kiblat Islam dunia karena wajah Islam yang ramah masih ada di Asia tenggara ini terutama Indonesia yang menjadi negara penganut Islam terbesar. Di sinilah pentingya pusat riset sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam untuk dapat mencapai hal tersebut,” jelas dia.
Selain itu, JK juga berharap agar para ilmuwan Islam di tanah air dapat lebih banyak berkarya menulis kitab yang bisa menjadi referensi Islam di dunia. Mengingat saat ini ilmuwan Islam di Indonesia hanya memiliki kontribusi 20 persen dari semua karya buku buku Islam yang terdapat di dunia.
“Kita kalau ke toko buku dan mencari buku-buku tentang Islam kebanyakan itu buku hasil terjemahan penulis dari luar. Hanya 20 persen yang ditulis oleh ulama kita, untuk itu saya berharap agar para ilmuwan Islam Indonesia dapat menyumbangkan karyanya lebih banyak lagi sehingga kita bisa menjadi pusat rujukan Islam dunia,” imbuh dia.
“Sudah saatnya Indonesia menjadi kiblat Islam dunia karena wajah Islam yang ramah masih ada di Asia tenggara ini terutama Indonesia yang menjadi negara penganut Islam terbesar. Di sinilah pentingya pusat riset sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam untuk dapat mencapai hal tersebut,” jelas dia.
Selain itu, JK juga berharap agar para ilmuwan Islam di tanah air dapat lebih banyak berkarya menulis kitab yang bisa menjadi referensi Islam di dunia. Mengingat saat ini ilmuwan Islam di Indonesia hanya memiliki kontribusi 20 persen dari semua karya buku buku Islam yang terdapat di dunia.
“Kita kalau ke toko buku dan mencari buku-buku tentang Islam kebanyakan itu buku hasil terjemahan penulis dari luar. Hanya 20 persen yang ditulis oleh ulama kita, untuk itu saya berharap agar para ilmuwan Islam Indonesia dapat menyumbangkan karyanya lebih banyak lagi sehingga kita bisa menjadi pusat rujukan Islam dunia,” imbuh dia.
(mpw)
Lihat Juga :