Siswa SMA Pradita Dirgantara Raih Perak Bidang Fisika di Ajang KSN 2020
Senin, 19 Oktober 2020 - 18:34 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Ardi Syahda Ahmad Hakim menyebutkan, seleksi kompetisi yang digelar kemendikbud dilalui secara bertahap, mulai mulai dari kota, provinsi, sampai nasional. Menurutnya, tujuan kompetisi ini untuk menyeleksi siswa-siswi yang akan diikutkan ke olimpiade internasional seperti IPhO, IBO, atau IMO. (Baca juga: UIN Bandung Bangun Pusat Riset Sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam Dunia )
"Sewaktu ikut lomba tingkat nasional, saya deg-degan sekali, karena fisika itu bidang yang paling sedikit jumlah soalnya, tapi durasi waktunya cukup panjang. Pada tingkat nasional, jumlah soal cuma 5 tapi waktunya 5 jam. Meskipun waktunya cukup panjang, saat mengerjakan soal tersebut terkadang saya juga merasa kesulitan bahkan ngeblank, ditambah lagi sistem daring yang mengharuskan kita untuk mengerjakan urut sesuai nomor soal, perlu strategi yang tepat untuk bisa mengerjakan dengan baik,” kata Ardi.
Menurutnya, persiapan KSN ini membutuhkan waktu selama 2 minggu dan sebelumnya, Ardi sudah membaca serta mempelajari soal-soal KSN di tahun sebelumnya. “Tahun ini ada 4 soal permodelan dan satu soal text book yang menurut saya memang cukup sulit, tapi seru juga untuk menambah pengalaman mengerjakan soal,” Jelas Ardi.
Dia mengaku beruntung, sekolah sangat mendukung siswanya untuk berprestasi dengan mendaftarkan siswa di salah satu bimbingan belajar khusus olimpiade. Ardi menambahkan, sekolah tidak pernah memaksa siswanya harus menjuarai kompetisi yang diikuti, tapi sekolah sangat memfasilitasi kegiatan siswanya. (Baca juga: Sisihkan Ratusan Peserta, Mahasiswa UB Raih Juara Kompetisi Pangan se-Asia )
“Harapan saya, teman-teman terutama adik kelas ikut saja lomba yang banyak, tidak akan rugi walaupun kalah, karena kita akan dapat pengalaman dan semangat juang dari situ. Semangat untuk gak mau kalah dengan yang lain, semangat buat bersaing dan menunjukan yang terbaik.” Pungkas Ardi.
"Sewaktu ikut lomba tingkat nasional, saya deg-degan sekali, karena fisika itu bidang yang paling sedikit jumlah soalnya, tapi durasi waktunya cukup panjang. Pada tingkat nasional, jumlah soal cuma 5 tapi waktunya 5 jam. Meskipun waktunya cukup panjang, saat mengerjakan soal tersebut terkadang saya juga merasa kesulitan bahkan ngeblank, ditambah lagi sistem daring yang mengharuskan kita untuk mengerjakan urut sesuai nomor soal, perlu strategi yang tepat untuk bisa mengerjakan dengan baik,” kata Ardi.
Menurutnya, persiapan KSN ini membutuhkan waktu selama 2 minggu dan sebelumnya, Ardi sudah membaca serta mempelajari soal-soal KSN di tahun sebelumnya. “Tahun ini ada 4 soal permodelan dan satu soal text book yang menurut saya memang cukup sulit, tapi seru juga untuk menambah pengalaman mengerjakan soal,” Jelas Ardi.
Dia mengaku beruntung, sekolah sangat mendukung siswanya untuk berprestasi dengan mendaftarkan siswa di salah satu bimbingan belajar khusus olimpiade. Ardi menambahkan, sekolah tidak pernah memaksa siswanya harus menjuarai kompetisi yang diikuti, tapi sekolah sangat memfasilitasi kegiatan siswanya. (Baca juga: Sisihkan Ratusan Peserta, Mahasiswa UB Raih Juara Kompetisi Pangan se-Asia )
“Harapan saya, teman-teman terutama adik kelas ikut saja lomba yang banyak, tidak akan rugi walaupun kalah, karena kita akan dapat pengalaman dan semangat juang dari situ. Semangat untuk gak mau kalah dengan yang lain, semangat buat bersaing dan menunjukan yang terbaik.” Pungkas Ardi.
Lihat Juga :