Pandemi, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Wisuda Doktoral secara Virtual
Rabu, 21 Oktober 2020 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Dikatakan Gus Jazil, prosesi wisuda adalah kegiatan seremonial bahwa semua wisudawan sesuai dengan ikrarnya, diminta untuk terjun ke masyarakat untuk mengaktualisasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki sesuai dengan bidang masing-masing. (Baca juga: Menristek Dorong Kolaborasi Riset Indonesia dengan Eropa )
"Saya yang wisuda S3 dan kebetulan juga memiliki amanat sebagai Wakil Ketua MPR, tentu ilmu di bidang yang saya dalami, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bisa saya terapkan di dunia kerja sebagai Wakil Ketua MPR atau di dunia politik sebagai Waketum PKB, toh apakah MPR apakah politik, semuanya yang diatur adalah SDM," katanya.
Sebelumnya, Jazilul Fawqid menjalani ujian doktoral di UNJ pada Februari 2020 lalu sebelum pandemi COVID-19. Namun, prosesi wisuda tertunda akibat adanya pandemi dan baru bisa dilaksanakan sekarang.
Dalam desertasinya, Jazilul Fawaid mengangkat tema "Pengaruh Rekrutmen, Kompetensi, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Anggota DPR RI Periode 2014-2019" yang diuji dalam sidang terbuka Program Pascasarjana UNJ, Senin (17/2/2020).
Jazilul mengatakan, pola rekrutmen menjadi salah satu variabel yang sangat menentukan dalam kinerja anggota DPR. Selama ini, sistem rekrutmen caleg dilakukan secara terbuka dan itu menjadi kewenangan partai. "Ujung tombaknya adalah rekrutmen oleh partai. Sekarang faktanya terbuka sehingga siapapun bisa masuk asal mendapatkan suara terbanyak," katanya.
Wakil Ketua Umum DPP PKB itu mengatakan, akibat sistem rekrutmen terbuka membuat sistem kaderisasi di dalam partai menjadi lemah padahal ujung tombak rekrutmen adalah parpol.
"Kalau model tertutup, partai punya tanggung jawab melahirkan kader yang serius. Kan di dalam partai itu ada kader dadakan, kader mualaf, dan kader yang memang dikader," urainya.
"Saya yang wisuda S3 dan kebetulan juga memiliki amanat sebagai Wakil Ketua MPR, tentu ilmu di bidang yang saya dalami, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bisa saya terapkan di dunia kerja sebagai Wakil Ketua MPR atau di dunia politik sebagai Waketum PKB, toh apakah MPR apakah politik, semuanya yang diatur adalah SDM," katanya.
Sebelumnya, Jazilul Fawqid menjalani ujian doktoral di UNJ pada Februari 2020 lalu sebelum pandemi COVID-19. Namun, prosesi wisuda tertunda akibat adanya pandemi dan baru bisa dilaksanakan sekarang.
Dalam desertasinya, Jazilul Fawaid mengangkat tema "Pengaruh Rekrutmen, Kompetensi, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Anggota DPR RI Periode 2014-2019" yang diuji dalam sidang terbuka Program Pascasarjana UNJ, Senin (17/2/2020).
Jazilul mengatakan, pola rekrutmen menjadi salah satu variabel yang sangat menentukan dalam kinerja anggota DPR. Selama ini, sistem rekrutmen caleg dilakukan secara terbuka dan itu menjadi kewenangan partai. "Ujung tombaknya adalah rekrutmen oleh partai. Sekarang faktanya terbuka sehingga siapapun bisa masuk asal mendapatkan suara terbanyak," katanya.
Wakil Ketua Umum DPP PKB itu mengatakan, akibat sistem rekrutmen terbuka membuat sistem kaderisasi di dalam partai menjadi lemah padahal ujung tombak rekrutmen adalah parpol.
"Kalau model tertutup, partai punya tanggung jawab melahirkan kader yang serius. Kan di dalam partai itu ada kader dadakan, kader mualaf, dan kader yang memang dikader," urainya.
Lihat Juga :