Keren! Jateng Kembali Juarai LKS SMK 2020 dengan Koleksi 26 Medali
Minggu, 25 Oktober 2020 - 06:46 WIB
loading...
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Foto/Dok/Humas Kemendikbud
A
A
A
JAKARTA - Tahun ini Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menjadi juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa SMK ke-28 yang digelar secara daring pada 18-23 Oktober. Jateng berhasil menggondol sembilan medali emas, sepuluh medali perak, dan tujuh medali perunggu.
Juara kedua diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan raihan sembilan medali emas, enam medali perak, dan empat medali perunggu. Selanjutnya, juara ketiga diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan perolehan delapan medali emas, tiga medali perak, dan sembilan medali perunggu. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Kembali Disalurkan ke 35,7 Juta Penerima )
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengimbau agar memaknai ajang LKS SMK Tingkat Nasional 2020 ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi tahunan. Saat ini, kata Wikan, dengan segala daya kita bersama memerdekakan diri dari belenggu keterbatasan untuk menjadi bangsa yang lebih mandiri dalam menghadapi tantangan yang terus akan berubah dan semakin berat di masa depan.
"LKS merupakan sarana merangkai mimpi, mengasah keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri, relasi, serta kemandirian," ujar Wikan melalui siaran pers, Sabtu (24/10).
Wikan mengungkapkan, dalam melahirkan karya suatu bangsa baik produk teknologi, fesyen, seni, industri kreatif, produk kuliner, dan lainnnya lahir dari siswa-siswi Indonesia terutama SMK. Dia juga mengatakan menjadi juara LKS bukan tujuan akhir bagi siswa SMK tetapi para peserta ke depan dituntut untuk menghasilkan produk yang mampu merajai pasar global. (Baca juga: 8 Kali Boyong Piala Bergilir, UI Pertahankan Juara Umum Ajang Gemastik 2020 )
Menjadi juara, lanjut Wikan, adalah satu hal, sementara menjadi merdeka untuk lebih mandiri dalam belajar dan berkarya adalah hal lain yang bisa menciptakan multiplikasi peluang perubahan besar untuk terjadi. Spirit perlombaan ini, kata dia, senantiasa menjiwai adik-adik supaya tetap memberikan performa dan karya terbaik, baik di sekolah, di rumah, di tempat kerja, dan di masyarakat.
Selain itu, tetap jaga relasi dan kolaborasi. Rekan sekolah, guru, kepala sekolah, keluarga, rekan sejawat bahkan kompetitor lain adalah bagian-bagian penting yang senantiasa saling mendukung untuk maju bersama, katanya.
Juara kedua diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan raihan sembilan medali emas, enam medali perak, dan empat medali perunggu. Selanjutnya, juara ketiga diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan perolehan delapan medali emas, tiga medali perak, dan sembilan medali perunggu. (Baca juga: Bantuan Kuota Data Kembali Disalurkan ke 35,7 Juta Penerima )
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengimbau agar memaknai ajang LKS SMK Tingkat Nasional 2020 ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi tahunan. Saat ini, kata Wikan, dengan segala daya kita bersama memerdekakan diri dari belenggu keterbatasan untuk menjadi bangsa yang lebih mandiri dalam menghadapi tantangan yang terus akan berubah dan semakin berat di masa depan.
"LKS merupakan sarana merangkai mimpi, mengasah keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri, relasi, serta kemandirian," ujar Wikan melalui siaran pers, Sabtu (24/10).
Wikan mengungkapkan, dalam melahirkan karya suatu bangsa baik produk teknologi, fesyen, seni, industri kreatif, produk kuliner, dan lainnnya lahir dari siswa-siswi Indonesia terutama SMK. Dia juga mengatakan menjadi juara LKS bukan tujuan akhir bagi siswa SMK tetapi para peserta ke depan dituntut untuk menghasilkan produk yang mampu merajai pasar global. (Baca juga: 8 Kali Boyong Piala Bergilir, UI Pertahankan Juara Umum Ajang Gemastik 2020 )
Menjadi juara, lanjut Wikan, adalah satu hal, sementara menjadi merdeka untuk lebih mandiri dalam belajar dan berkarya adalah hal lain yang bisa menciptakan multiplikasi peluang perubahan besar untuk terjadi. Spirit perlombaan ini, kata dia, senantiasa menjiwai adik-adik supaya tetap memberikan performa dan karya terbaik, baik di sekolah, di rumah, di tempat kerja, dan di masyarakat.
Selain itu, tetap jaga relasi dan kolaborasi. Rekan sekolah, guru, kepala sekolah, keluarga, rekan sejawat bahkan kompetitor lain adalah bagian-bagian penting yang senantiasa saling mendukung untuk maju bersama, katanya.
Lihat Juga :