Digadang sebagai Pengganti UN, Konsep Asesmen Nasional Masih Tak Jelas
Selasa, 27 Oktober 2020 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Nilai tersebut cenderung stagnan dalam 10 - 15 tahun terakhir. “Perlu pengembangan sumber daya manusia Indonesia (SDM) unggul harus bersifat holistik. Salah satunya melalui Assement Kemampuan Minimum (AKM) yang digelar secara nasional,” kata Mendikbud Nadiem Makarim awal April 2020 lalu.
Rencananya, AN ini bakal digelar pada Mei 2021. Kendati demikian hingga saat ini belum jelas konsep, mekanisme, hingga penyelenggara AN ini. Kondisi ini membuat gelisah sebagian pemangku kepentingan di bidang Pendidikan. Apalagi di beberapa kumpulan soal latihan asessement nasional telah tersedia di salah satu jaringan toko buku terbesar di Indonesia.
“Kami belum paham betul mengenai AN 2021 ini, informasi mengenai hal itu baru kami ketahui dari media massa,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo. (Baca juga: Ketua FRI: Indonesia Perlu Investasi Satelit Pendidikan untuk Mendukung PJJ )
Kegelisahan yang sama juga dirasakan oleh Kepala SMK NU Tenggarang Bondowoso Daris Wibisono Setiawan. Dia mengaku belum mengetahui sama sekali terkait rencana adanya assement nasional sebagai penganti UN. Menurutnya saat ini pihaknya masih fokus dalam menyelenggarakan pendidikan di tengah pandemic.
“Kami saat ini masih fokus untuk menyelenggarakan pendidikan di masa pandemic karena ada sebagian siswa kami yang melakukan belajar tatap muka, ada juga yang melakukan pembelajaran jarak jauh,” katanya.
Alumni Aktivis PMII ini berharap agar Kemendikbud segera melakukan sosialisasi tentang AN 2021. Bagaimana konsep pelaksanaan, waktu pelaksanaan, hingga siapa penyelenggara kegiatan skala nasional tersebut. “Kami berharap agar segera ada kejelasan tentang AN 2021 ini biar kami yang di daerah bisa segera melakukan persiapan,” katanya.
Rencananya, AN ini bakal digelar pada Mei 2021. Kendati demikian hingga saat ini belum jelas konsep, mekanisme, hingga penyelenggara AN ini. Kondisi ini membuat gelisah sebagian pemangku kepentingan di bidang Pendidikan. Apalagi di beberapa kumpulan soal latihan asessement nasional telah tersedia di salah satu jaringan toko buku terbesar di Indonesia.
“Kami belum paham betul mengenai AN 2021 ini, informasi mengenai hal itu baru kami ketahui dari media massa,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo. (Baca juga: Ketua FRI: Indonesia Perlu Investasi Satelit Pendidikan untuk Mendukung PJJ )
Kegelisahan yang sama juga dirasakan oleh Kepala SMK NU Tenggarang Bondowoso Daris Wibisono Setiawan. Dia mengaku belum mengetahui sama sekali terkait rencana adanya assement nasional sebagai penganti UN. Menurutnya saat ini pihaknya masih fokus dalam menyelenggarakan pendidikan di tengah pandemic.
“Kami saat ini masih fokus untuk menyelenggarakan pendidikan di masa pandemic karena ada sebagian siswa kami yang melakukan belajar tatap muka, ada juga yang melakukan pembelajaran jarak jauh,” katanya.
Alumni Aktivis PMII ini berharap agar Kemendikbud segera melakukan sosialisasi tentang AN 2021. Bagaimana konsep pelaksanaan, waktu pelaksanaan, hingga siapa penyelenggara kegiatan skala nasional tersebut. “Kami berharap agar segera ada kejelasan tentang AN 2021 ini biar kami yang di daerah bisa segera melakukan persiapan,” katanya.
(mpw)
Lihat Juga :