Ornamen Header
Mendikbud Sebut Kerja Sama SMK-Industri Telah Terjalin
Mendikbud Sebut Kerja Sama SMK-Industri Telah Terjalin
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto saat berkunjung ke SMK Mitra Industri-MM2100, Cikarang. Foto/Dok/Humas Kemendikbud
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan dalam satu tahun ini sudah terjalin kerja sama yang banyak antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia industri dan dunia usaha.

Mendikbud menjelaskan, momentum Hari Sumpah Pemuda ke 92 tahun ini tidak jauh dari momentum satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Maruf Amin. Nadiem mengatakan, pembuktian slogan SMK Bisa SMK hebat dengan bukti nyata sinergi dengan dunia industri itu pun sudah mulai dirasakan saat ini. (Baca juga: Digadang sebagai Pengganti UN, Konsep Asesmen Nasional Masih Tak Jelas)

Mantan petingggi Gojek ini menjabarkan, selama satu tahun ini sudah lebih dari 272.000 kerja sama terjalin antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri. Tidak hanya itu, jelasnya, lebih dari 190.000 industri dan 87 bidang usaha pun telah menjalin kerja sama dengan menjadi mitra berbagai sekolah menengah kejuruan di seluruh tanah air.

"Komitmen menghadirkan relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja ini saya harap bisa menjadi penyemangat adik-adik dalam belajar dan berkarya," katanya pada acara Memperingati Hari Sumpah Pemuda SMK Berkarya Untuk Negeri melaui streaming Youtube SMK Kemendikbud, Selasa (27/10).



Alumnus Harvard University ini berharap bahwa para pelajar SMK adalah pelajar Pancasila. Pelajar yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, berpikir global dan mampu bergotong royong. Dia pun mendorong kepada semua pelajar SMK untuk membuktikan kepada semua bahwa mereka mampu bekerja keras, kerja cerdas dan berdaya saing. Selain itu juga bisa tetap semangat untuk pulih dan bangkit dari dampak pandemi. (Baca juga: Pemerintah Alokasikan Rp2,3 T untuk Operasional Madrasah dan Pesantren)

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto juga menghimbau agar para pelajar SMK bisa memperkuat kompetensi. Tidak hanya hard skill namun juga soft skill seperti kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi, berbahasa asing, berpikir kritis dan juga kreativ. "Itu semua akan membungkus menjadi kompetensi. Jadilah orang yang penuh karya dan inovasi serta menghasilkan produk andalan Indonesia di masa depan," katanya.

Dekan vokasi UGM ini menuturkan, saat ini ada 14.000 SMK di Indonesia dan dia terus berharap agar kompetensi terus diperkuat karena Indonesia memiliki satu pekerjaan rumah besar yaitu bonus demografi. Bonus demografi, katanya, harus diisi dengan angkatan muda atau angkatan kerja yang kompeten dan kreatif. Wikan berharap para pelajar SMK ini tidak hanya menjadi pelajar namun bisa menjadi entrepreneur hebat di masa depan.



Wikan juga berharap agar pelajar SMK tidak hanya mengejar ijazah melainkan meningkatkan kompetensi untuk bekal masa depan. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, jelasnya, menjadi momentum baik untuk semua pelajar SMK untuk menunjukkan kehebatannya sebagai pemuda calon pemimpin masa depan. "Melalui generasi muda SMK dan vokasi maka kita bisa mewujudkan Indonesia maju yang dipimpin adik-adik di masa depan," pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!