4.800 Siswa Ikut Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 22:23 WIB
loading...
Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud menyelenggarakan Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Foto/Dok/Humas Kemendikbud
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud menyelenggarakan Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Acara yang digagas secara virtual itu berhasil menyedot perhatian generasi muda, yang terbukti dengan tingginya animo jumlah pendaftar.
Merujuk data rekapitulasi peserta per 27 Oktober 2020, terdapat 4.800 pendaftar yang terdiri dari 2036 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Luar Biasa atau Sekolah Menengah Kejuruan/Sekolah Menengah Kejuruan Luar Biasa, 1227 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, 806 siswa jenjang Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa, serta 731 mahasiswa. (Baca juga: Siapkan SDM Handal, Kemendikbud Bekali SMK Sertifikasi Bahasa Inggris )
Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman mengaku terkejut dengan jumlah pendaftar yang melampui perkiraan. "Kami menargetkan karena situasi Pandemi, sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa yang turut mendaftar, dan ini hingga 4.800 siswa," katanya melalui siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (30/10).
Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Sumpah Pemuda yang diadakan agar para pelajar lebih memahami sejarah kemerdekaannya. Dengan begitu, kaum muda diharapkan dapat lebih mengapresiasi keberadaan museum sebagai sumber sejarah sekaligus sumber pembelajaran.
"Tapak Tilas ini (adalah) upaya kita mengajak siswa-siswi kita mengenang sejarah Indonesia, tentunya dengan cara kekinian, menyenangkan dan mudah dipahami pelajar," ujar Hendarman. (Baca juga: Kemenag Minta Guru Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa )
Merujuk data rekapitulasi peserta per 27 Oktober 2020, terdapat 4.800 pendaftar yang terdiri dari 2036 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Luar Biasa atau Sekolah Menengah Kejuruan/Sekolah Menengah Kejuruan Luar Biasa, 1227 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, 806 siswa jenjang Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa, serta 731 mahasiswa. (Baca juga: Siapkan SDM Handal, Kemendikbud Bekali SMK Sertifikasi Bahasa Inggris )
Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman mengaku terkejut dengan jumlah pendaftar yang melampui perkiraan. "Kami menargetkan karena situasi Pandemi, sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa yang turut mendaftar, dan ini hingga 4.800 siswa," katanya melalui siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (30/10).
Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Sumpah Pemuda yang diadakan agar para pelajar lebih memahami sejarah kemerdekaannya. Dengan begitu, kaum muda diharapkan dapat lebih mengapresiasi keberadaan museum sebagai sumber sejarah sekaligus sumber pembelajaran.
"Tapak Tilas ini (adalah) upaya kita mengajak siswa-siswi kita mengenang sejarah Indonesia, tentunya dengan cara kekinian, menyenangkan dan mudah dipahami pelajar," ujar Hendarman. (Baca juga: Kemenag Minta Guru Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa )
Lihat Juga :