Kemenag Minta Guru Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 20:09 WIB
loading...
Menteri Agama Fachrur Razi. Foto/Dok/Humas Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama meminta guru menjadikan pendidikan karakter sebagai fokus pembelajaran di tingkat Raudhatul Athfal (RA). Hal ini disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Muhammad Zain saat menutup serial pelatihan pengembangan kapasitas guru RA dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 secara daring.
"Pendidikan karakter sangat penting dan harus menjadi fokus para guru, khususnya untuk guru anak usia dini. Sebab, mendidik anak pada usia dini merupakan pondasi bagi keberlangsungan pendidikan berikutnya," pesan Zain, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (30/10). (Baca juga: 2 Siswa Bunuh Diri, KPAI Desak Kemendikbud dan Kemenag Evaluasi PJJ )
Dikatakan Zain, di tengah-tengah pandemic Covid-19 tidaklah mudah melakukan proses pembelajaran, karena seorang guru memiliki fungsi ganda. Pertama adalah fungsi transfer of knowledge, guru mentransmisikan ilmu kepada siswa dan memastikan bahwa apa yang diajarkannya dipahami oleh peserta didiknya. Guru juga berfungsi sebagai pembentuk karakter baik bagi anak didiknya ( transfer of values).
“Guru-guru RA adalah guru yang paling mengetahui tentang pendidikan karakter anak-anak usia dini dan yang dapat membentuk mereka agar memiliki karakter yang baik dimasa yang akan datang,” tegas Zain.
Menurut Zain, tidak mudah dalam membentuk karakter di era pandemi Covid-19. Dengan mengutip Prof Muhammad Nuh, Zain menguraikan bahwa pendidikan penguatan karakter harus mempertimbangkan tiga hal. (Baca juga: PJJ Telan Korban Lagi, KPAI: Remaja yang Depresi Berisiko Tinggi Bunuh Diri )
"Pendidikan karakter sangat penting dan harus menjadi fokus para guru, khususnya untuk guru anak usia dini. Sebab, mendidik anak pada usia dini merupakan pondasi bagi keberlangsungan pendidikan berikutnya," pesan Zain, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (30/10). (Baca juga: 2 Siswa Bunuh Diri, KPAI Desak Kemendikbud dan Kemenag Evaluasi PJJ )
Dikatakan Zain, di tengah-tengah pandemic Covid-19 tidaklah mudah melakukan proses pembelajaran, karena seorang guru memiliki fungsi ganda. Pertama adalah fungsi transfer of knowledge, guru mentransmisikan ilmu kepada siswa dan memastikan bahwa apa yang diajarkannya dipahami oleh peserta didiknya. Guru juga berfungsi sebagai pembentuk karakter baik bagi anak didiknya ( transfer of values).
“Guru-guru RA adalah guru yang paling mengetahui tentang pendidikan karakter anak-anak usia dini dan yang dapat membentuk mereka agar memiliki karakter yang baik dimasa yang akan datang,” tegas Zain.
Menurut Zain, tidak mudah dalam membentuk karakter di era pandemi Covid-19. Dengan mengutip Prof Muhammad Nuh, Zain menguraikan bahwa pendidikan penguatan karakter harus mempertimbangkan tiga hal. (Baca juga: PJJ Telan Korban Lagi, KPAI: Remaja yang Depresi Berisiko Tinggi Bunuh Diri )
Lihat Juga :