FMIPA UI Kembangkan MikoGrow, Digitalisasi Sistem Pantau Budidaya Jamur Tiram
Selasa, 03 November 2020 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain mendukung budidaya jamur, tim pengabdian masyarakat (pengmas) FMIPA UI ini juga mengajak warga setempat untuk membuat aneka olahan jamur yang siap konsumsi untuk menambah nilai jual. “Kandungan protein yang cukup tinggi pada jamur, ditambah dengan sifatnya sebagai peningkat sistem imun (imunomodulator), tentunya budidaya jamur tiram ini juga dapat membantu ketahanan pangan dalam melawan pandemi COVID-19 di Indonesia,” ujar Retno.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Retno dan tim juga telah memperkenalkan Rumah Jamur Mikoponik. Rumah Jamur Mikoponik ini memiliki kapasitas tamping hingga 10.000 baglog, yang dapat menghasilkan 2-3 kg jamur per baglog. Terdapat 30 rak besar di dalam rumah jamur seluas 5 x 12 m2 yang telah disediakan untuk warga melakukan budidaya jamur.
Meskipun di tengah situasi pandemi COVID-19, tidak menyurutkan semangat tim pengmas FMIPA UI. Program pengmas yang dijalankan Retno dan tim memperoleh dukungan hibah dari Program Pengmas Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Retno dan tim juga telah memperkenalkan Rumah Jamur Mikoponik. Rumah Jamur Mikoponik ini memiliki kapasitas tamping hingga 10.000 baglog, yang dapat menghasilkan 2-3 kg jamur per baglog. Terdapat 30 rak besar di dalam rumah jamur seluas 5 x 12 m2 yang telah disediakan untuk warga melakukan budidaya jamur.
Meskipun di tengah situasi pandemi COVID-19, tidak menyurutkan semangat tim pengmas FMIPA UI. Program pengmas yang dijalankan Retno dan tim memperoleh dukungan hibah dari Program Pengmas Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi – Badan Riset dan Inovasi Nasional.
(mpw)
Lihat Juga :