Mendikbud Terinspirasi, TK di Bali Usung Konsep Merdeka Belajar

Rabu, 11 November 2020 - 00:06 WIB
loading...
Mendikbud Terinspirasi,...
Mendikbud Nadiem Anwar makarim kembali melakukan kunjungan kerja ke Bali setelah sebelumnya berkunjung ke Palu. Foto/Dok/Humas Kemendikbud
A A A
BALI - Mendikbud Nadiem Anwar Makarim kembali melakukan kunjungan kerja ke Bali setelah sebelumnya berkunjung ke Palu. Di kabupaten Gianyar Mendikbud didampingi Bunda PAUD, Franka Makarim meninjau pelaksanaan pembelajaran sekolah yang sudah menerapkan konsep merdeka belajar yaitu Taman Kanak-kanak (TK) Lingkungan Puri Damai.

Mendikbud merasa sangat terinspirasi melihat konsep merdeka belajar di TK ini, di mana pembelajaran dan pengenalan alam itu disatukan. “Mereka (peserta didik) lebih damai, lebih mengenal alam, lebih tenang, dan proses pembelajarannya itu bisa lebih bermakna bagi mereka,” katanya melalui siaran pers, Selasa (10/11). (Baca juga: Ini Motivasi Mendikbud agar Orang Tua Mau Dampingi Anak PJJ )

Pembelajaran yang bermakna, lanjut Mendikbud bukan cuma pembelajaran teoritis tapi dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. “Dan itu saya rasa yang dilakukan di sekolah ini. Murid-murid berbakti kepada lingkungannya dengan bercocok tanam herbal dan menciptakan produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Oleh karena itu, Mendikbud mengapresiasi sekolah ini karena tanpa arahan dari pemerintah, TK Lingkungan Puri Damai telah selangkah lebih maju dari sekolah lainnya. “Saya ucapkan selamat untuk telah tanpa mengetahui dari pusat seperti arahannya apa, ternyata sudah ada sekolah yang sudah merdeka belajar dan ini adalah salah satunya,” ujar Nadiem.

Merdeka belajar, kata Mendikbud memberikan kebebasan kepada kepala sekolah, guru dan murid untuk bisa melakukan berbagai macam inovasi tanpa takut disalahkan oleh pemerintah, terkungkung administrasi maupun birokrasi. (Baca juga: Hasil Reses Anggota DPR, Kuota Rp7,2 T Belum Dirasakan Semua Guru-Siswa )

“Merdeka belajar ini adalah gerakan yang sedang kita lakukan. Saya di sini bukan hanya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun juga selaku pemimpin gerakan merdeka belajar,” tegasnya.

Dalam menciptakan perubahan sistem pembelajaran yang berhasil, kata Mendikbud diperlukan kepala sekolah penggerak dan guru penggerak sebagai ujung tombak pendidikan. “Tanpa kita punya guru-guru penggerak, tanpa kita punya kepala sekolah penggerak tidak akan ada program yang sukses. Kuncinya ada di situ, di ujung tombak pendidikan,” imbuh Nadiem.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra mengapresiasi kunjungan Mendikbud bersama Bunda PAUD dan sangat tertarik dengan konsep pembelajaran berbasis lingkungan dan budaya lokal. (Baca juga: UI Peringkat Pertama PT Inovatif Kategori Manajemen Inovasi )

“Jika kita lihat dari segi fisik bangunan terlihat sangat sederhana, namun manfaat yang dirasakan anak-anak itu sangat luar biasa karena secara otomatis mereka mengenal tumbuhan, diajari mengenal tanaman, apa manfaatnya kemudian diolah dan bisa dimanfaatkan bagi kesehatan tubuh,” jelas Adnyani Mahayastra.

Selaku Bunda PAUD, istri dari Bupati Gianyar, Made Mahayastra ini mengaku telah banyak memberikan bantuan pada keberlangsungan TK/PAUD yang ada di Kabupaten Gianyar. Seperti memfasilitasi, memberikan bantuan, dan juga insentif guru. Terbaru pada masa pandemi ini, Bunda PAUD memberikan bantuan pada seluruh TK/PAUD di Kabupaten Gianyar berupa buku dan alat menggambar.

Saat ini, jumlah TK/PAUD di Kabupaten Gianyar berjumlah 239 lembaga, dengan 13 TK negeri dan 9150 siswa dengan jumlah guru sebanyak 985 orang.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK/PAUD Lingkungan Puri Damai Ubud Nyoman Marini didampingi Ketua Yayasan Puri Damai I.A Rusmarini mengatakan, proses pembelajaran di TK/PAUD ini dibangun pada tahun 1998. TK/PAUD ini 80 persen belajar tentang alam dan lingkungan, dengan jumlah 64 siswa dengan 5 orang guru.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Presiden Prabowo Instruksikan...
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, DPR: Ada Tidak Sumber Dayanya?
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Rekomendasi
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Berita Terkini
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved