Dapat Penghargaan Manajemen Inovasi Terbaik, Ini Gebrakan ITS
Kamis, 12 November 2020 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
Dosen Departemen Teknik Kelautan ini menambahkan, ITS mendorong kelembagaan dalam pusat penelitian dan inovasi atau Kawasan Sains dan Teknologi (KST) ITS. Dalam memajukan KST tersebut, ITS mengoptimalkan peran dosen sebagai peneliti, tenaga pendidik, dan juga mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT). Adapun kebijakan inovasi yang digulirkan adalah i-Boat dan i-Car serta konsorsium keilmuan dengan bekerja sama dengan masyarakat, industri, alumni, dan pengguna. (Baca juga: UI Peringkat Pertama PT Inovatif Kategori Manajemen Inovasi )
Pada sektor sumber daya, Dhodot menjelaskan bahwa ITS mendorong PUI-PT dan KST ITS dengan beberapa klaster berupa maritim, otomotif, industri kreatif, dan robotika. “Kami mengadakan kegiatan rutin seperti open recruitment, pelatihan pendampingan, business matching, Kelas Inkubator Start Up Inovasi (KINSOV) berupa kelas inkubasi start-up inovasi, pitching, dan lain-lain,” ucapnya.
Sektor keempat adalah jejaring, yakni ITS mendorong tren dari profil kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi yang lain, industri, sampai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya grafik kerja sama setiap tahun. Pada 2017 saja, profil kerja sama ITS mencapai angka Rp142,9 miliar dan meningkat hingga Rp276,8 miliar pada 2019.
Terakhir, pada karya inovasi, ITS memiliki banyak subkategori atau klaster terkait produk inovatif yang berhasil diciptakan. Adapun klaster-klaster tersebut terdiri dari klaster otomotif dengan produk Gesits dan mobil hybrid, juga klaster industri kreatif dengan produk berupa rancang bangun eksterior dan interior carbody pada Light Rail Transit (LRT) dan Medium Speed Train, kursi penumpang sleeper seat, dan desain digital untuk keperluan medis.
Pada sektor sumber daya, Dhodot menjelaskan bahwa ITS mendorong PUI-PT dan KST ITS dengan beberapa klaster berupa maritim, otomotif, industri kreatif, dan robotika. “Kami mengadakan kegiatan rutin seperti open recruitment, pelatihan pendampingan, business matching, Kelas Inkubator Start Up Inovasi (KINSOV) berupa kelas inkubasi start-up inovasi, pitching, dan lain-lain,” ucapnya.
Sektor keempat adalah jejaring, yakni ITS mendorong tren dari profil kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi yang lain, industri, sampai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya grafik kerja sama setiap tahun. Pada 2017 saja, profil kerja sama ITS mencapai angka Rp142,9 miliar dan meningkat hingga Rp276,8 miliar pada 2019.
Terakhir, pada karya inovasi, ITS memiliki banyak subkategori atau klaster terkait produk inovatif yang berhasil diciptakan. Adapun klaster-klaster tersebut terdiri dari klaster otomotif dengan produk Gesits dan mobil hybrid, juga klaster industri kreatif dengan produk berupa rancang bangun eksterior dan interior carbody pada Light Rail Transit (LRT) dan Medium Speed Train, kursi penumpang sleeper seat, dan desain digital untuk keperluan medis.
(mpw)
Lihat Juga :