FRI: Dunia Kampus dan Industri Masih Sering 'Berkonflik' soal Inovasi
Kamis, 12 November 2020 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Karena melibatkan dua kementerian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) maka tim yang dibangun juga harus dikoordinasikan secara lintas kementerian. Dia pun sempat menyinggung program matching fund Kemendikbud yang melibatkan kampus dan industri. (Baca juga: Mahasiswa FTUI Juara 1 dan 2 Lomba Desain Inovasi Kapal Kesehatan )
"Nah matching fund ini sudah bagus membangun hubungan. Tapi kan ini ada soal dana dan pemanfaatan inovasi. Tapi pada saat yang sama, perlu ada mediator ketika ada konflik. Jadi tim ini sekaligus mengawasi, kontrol, audit dan monitor evaluasi (monev)," jelas Arif.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurutnya, talenta inovator dan peneliti yang mumpuni bisa memberi kontribusi bagi kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik di Indonesia.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen, model bisnis, dan digitalpreneur," kata Jokowi dalam Pembukaan Inovasi Indonesia Expo 2020, Artificial Intelligence Summit 2020 dan Pemberian Anugerah Inovasi, Selasa (10/11).
Namun Jokowi menyadari, inovasi tak muncul begitu saja. Dalam menciptakan inovasi dibutuhkan pula ekosistem yang kondusif, agar inovator dan hasil inovasi terus bermunculan. "Maka kita harus terus memfasilitasi kerja sama antarstakeholder memperkuat multiple helix memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri dengan pemerintah dan masyarakat," ungkapnya.
"Nah matching fund ini sudah bagus membangun hubungan. Tapi kan ini ada soal dana dan pemanfaatan inovasi. Tapi pada saat yang sama, perlu ada mediator ketika ada konflik. Jadi tim ini sekaligus mengawasi, kontrol, audit dan monitor evaluasi (monev)," jelas Arif.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurutnya, talenta inovator dan peneliti yang mumpuni bisa memberi kontribusi bagi kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik di Indonesia.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen, model bisnis, dan digitalpreneur," kata Jokowi dalam Pembukaan Inovasi Indonesia Expo 2020, Artificial Intelligence Summit 2020 dan Pemberian Anugerah Inovasi, Selasa (10/11).
Namun Jokowi menyadari, inovasi tak muncul begitu saja. Dalam menciptakan inovasi dibutuhkan pula ekosistem yang kondusif, agar inovator dan hasil inovasi terus bermunculan. "Maka kita harus terus memfasilitasi kerja sama antarstakeholder memperkuat multiple helix memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri dengan pemerintah dan masyarakat," ungkapnya.
(mpw)
Lihat Juga :