Ornamen Header
Mahasiswa UMM Rancang Alat Optimalisasi Sistem Panen Tebu
Mahasiswa UMM Rancang Alat Optimalisasi Sistem Panen Tebu
Mahasiswa UMM memiliki inovasi di bidang pertanian dengan merancang alat untuk pemanenan dan tebang angkut tebu, Magic Machine Sugar Cane. Foto/Dok/Humas UMM
JAKARTA - Minimnya penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian, utamanya pertanian tebu, menjadi penghambat produktivitas. Berangkat dari situ, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari berbagai jurusan memiliki inovasi di bidang pertanian dengan merancang sebuah alat untuk mengoptimalisasi produktivitas hasil pemanenan dan tebang angkut oleh petani tebu. Alat ini dinamai dengan Magic Machine Sugar Cane.

Alat yang didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI). Anggota kelompok ini terdiri dari Moch. Noor Fajar Rohmatullah, Moh Miftachul Fadhil, dan Retno Muji Rahayu. (Baca juga: 3 Mahasiswa ITS Gagas Smart Charging Station Ramah Lingkungan)

“Dengan Magic Mechine Sugar Cane, petani dapat mengoptimalkan jumlah tenaga kerja untuk kegiatan pertanian yang lain. Implementasi Magic Mechine Sugar Cane hanya membutuhkan tiga orang pekerja guna memudahkan proses panen tebu. Kegiatan tenaga kerja yang dibutuhkan antara lain satu orang operator mesin dan dua orang pengendali lahan,” terang Moch Noor Fajar Rohmatullah, selaku ketua tim yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Industri, melalui keterangan elektronik, Kamis (19/11/2020).

Selama ini, mobilisasi pada proses tebang angkut dilakukan dengan memuat hasil tebu yang sudah dipotong ke dalam truk untuk dibawa ke pabrik. Truk yang digunakan memiliki kapasitas 6-8 atau 10-12 ton. Tebu yang digiling di suatu pabrik gula jelas hanya sebagian kecil saja yang akan menjadi gula. Jika satu Kw tebu mempunyai rendemen 10 %, maka hanya 10 Kg gula yang didapat dari satu Kw tebu tersebut.



Data inilah yang menjadi rujukan kelompok ini untuk mencari pemecahan masalah dalam konsep pengoptimalan pengiriman hasil panen ke pabrik yang dihasilkan Magic Machine Sugar Cane, yaitu dengan mengirimkan hasil panen tebu dalam bentuk cair atau nira guna mengoptimalakan volume pengiriman. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas)

Mekanisme kerjanya yakni pertama, proses pemotongan daun tebu yang dilakukan pada bagian alat yang menjorok ke depan guna memisahkan antar batang tebu dengan daunnya. Kedua, proses pemotongan batang tebu pada bagian bawah. Proses tersebut berfungsi untuk memisahkan akar dengan batang dalam proses pemanenan tebu. Ketiga, proses penggilingan atau pemerahan dilakukan oleh dua komponen penggilingan dengan tujuan proses nira yang dihasilkan dapat maksimal.

“Ampas tebu yang sudah selesai dari proses pemerahan akan keluar melalui cerobong dengan dibantu conveyor. Sedangkan nira yang sudah terpisah dengan ampas tebu akan melalui tahap penyaringan guna meisahkan bagian ampas tebu yang masih ikut kedalam nira. Setelah melalui tahap penyaringan nira akan disimpan pada tabung khusus dengan suhu 10º agar kualitas nira tetap terjamin,” terang Fajar, Kamis (19/11). (Baca juga: Kampus Merdeka Tawarkan Pengembangan Kompetensi dan Karir bagi Dosen)



Magic Mechine Sugar Cane dirancang dengan ketinggian 2,5 meter dan lebar 2,5 meter panjang 3 meter. Adapun mesin yang dibuat dapat memudahkan operator dalam menjalakan mesin serta menyesuikan dengan kondisi lahan tebu yang ada. Rangkaian Magic Mechine Sugar Cane memiliki tenaga motor penggerak utama yaitu disel. Disel dapat menggerakan beberapa komponen mesin, antara lain cane carier, cane cuter dan roll gillingan.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!