Dies Natalis Ke-71 di Tengah Pandemi, UGM Komitmen Terus Mengabdi
Minggu, 20 Desember 2020 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
“UGM juga melakukan layanan screening COVID-19 untuk membantu Pemda DIY dan Jawa Tengah dalam proses screning COVID-19. Hingga 11 Desember 2020 UGM melalaui lab FKKMK telah menerima sampel swab nasofaring sebanyak 30.815 sampel meliputi 4.135 sampel positif dan 26.500 sampel negatif,” paparnya.
Semenara guru besar FKKMK UGM Prof. Hari Kusnanto dalam orasi ilmiah berjudul Menghidupkan Kesetiakawanan Sosial di Tengah Pandemi Covid-19 memaparkan berbagai kontribusi yang dilakukan para peneliti dan dosen UGM dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Di antaranya pengembangan pemodelan matematik penularan COVID-19, simulasi komputer atas bahan alam Indonesia untuk menghambat infeksi dan replikasi virus corona baru untuk mendukung pengembangan jamu, obat herbal terstandar atau fitofarmaka dan pengembangan rapid tes antibodi.
Selain itu, peneliti UGM terlibat dalam pengembangan vaksin Merah Putih untuk masyarakat Indonesia. Lalu produksi sampling kit untuk swab dan virus transport media, bilik swab, ventilator untuk pasien dengan ARDS serta deteksi cepat virus Covid-19 bernama GeNose. “Upaya edukasi kesehatan mental juga dilakukan UGM kepada masyarakat agar terhindar dari gangguan kesehatan mental akibat pandemi,” terangnya.
UGM juga menggerakan respon psikokultural masyarakat melalui rengeng-rengeng macapat dan pupuh Maskumambang. Berikutnya, menginisasi inovasi yang mempertemukan produsen dan konsumen secara daring akibat keterbatasan mobilitas fisik karena pandemi bernama Sonjo berhasil berkembang secara luas diluar imajinasi konvensional. Berbagai kegiatan pendampingan kepada masyarakat turut dilakukan dalam memngembangkan ketahanan pangan.
“UGM akan terus menjadi sumber ide dan model solusi untuk persoalan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Semenara guru besar FKKMK UGM Prof. Hari Kusnanto dalam orasi ilmiah berjudul Menghidupkan Kesetiakawanan Sosial di Tengah Pandemi Covid-19 memaparkan berbagai kontribusi yang dilakukan para peneliti dan dosen UGM dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Di antaranya pengembangan pemodelan matematik penularan COVID-19, simulasi komputer atas bahan alam Indonesia untuk menghambat infeksi dan replikasi virus corona baru untuk mendukung pengembangan jamu, obat herbal terstandar atau fitofarmaka dan pengembangan rapid tes antibodi.
Selain itu, peneliti UGM terlibat dalam pengembangan vaksin Merah Putih untuk masyarakat Indonesia. Lalu produksi sampling kit untuk swab dan virus transport media, bilik swab, ventilator untuk pasien dengan ARDS serta deteksi cepat virus Covid-19 bernama GeNose. “Upaya edukasi kesehatan mental juga dilakukan UGM kepada masyarakat agar terhindar dari gangguan kesehatan mental akibat pandemi,” terangnya.
UGM juga menggerakan respon psikokultural masyarakat melalui rengeng-rengeng macapat dan pupuh Maskumambang. Berikutnya, menginisasi inovasi yang mempertemukan produsen dan konsumen secara daring akibat keterbatasan mobilitas fisik karena pandemi bernama Sonjo berhasil berkembang secara luas diluar imajinasi konvensional. Berbagai kegiatan pendampingan kepada masyarakat turut dilakukan dalam memngembangkan ketahanan pangan.
“UGM akan terus menjadi sumber ide dan model solusi untuk persoalan kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
(mpw)
Lihat Juga :