Dukung Program Pemerintah, SEAQIL Inisiasi Klub Literasi Sekolah
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:14 WIB
loading...
A
A
A
“Tujuan tersebut kemudian direalisasikan menjadi kegiatan konkret dengan hasil produk yang akan melibatkan sekolah, guru, siswa, mahasiswa, praktisi komunitas literasi, media massa, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Misbah.
Ia mengemukakan, KLS akan dilaksanakan dalam satu siklus yang berdurasi tiga bulan. Siswa anggota KLS akan membaca satu buku atau menghasilkan suatu karya dengan tema tertentu, seperti karya sastra, pertunjukan seni, karya jurnalistik ataupun poster. “Selama prosesnya, komitmen dari seluruh pihak akan menentukan keberlangsungan dari KLS,” tuturnya.
Melalui program ini, kata dia, sekolah akan berperan aktif dalam membentuk KLS; komunitas literasi dan media massa akan berperan aktif dalam melatih mahasiswa menjadi instruktur/pendamping KLS; perguruan tinggi dan mahasiswa akan berperan aktif menjadi pendamping/instruktur KLS; siswa tentu akan berperan aktif dalam meningkatkan minat dan literasi baca-tulis/tutur mereka; sedangkan SEAQIL akan berperan aktif menjadi koordinator dan fasilitator kegiatan KLS.
“Oleh karena itu, KLS beserta komponen penggerak di dalamnya dapat menjadi salah satu solusi menghadapi pesatnya pertumbuhan konten yang tidak terkendali,” kata Benny. Misbah mengungkapkan, sosialisasi Klub Literasi Sekolah mendapatkan sambutan yang baik dari pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam kurun waktu dua hari, SEAQIL menerima guru/kepala sekolah sebanyak 150 yang tertarik dengan program KLS.
Sekolah tersebut tidak hanya berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Indonesia yang bermitra dengan SEAQIL (DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara), tetapi juga dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. “Partisipasi peserta yang banyak dan dukungan semua pihak, Klub Literasi Sekolah menjadi terobosan dan penambahan kegiatan unggulan pada kondisi Pandemik Covid-19,” paparnya.
Ia mengemukakan, KLS akan dilaksanakan dalam satu siklus yang berdurasi tiga bulan. Siswa anggota KLS akan membaca satu buku atau menghasilkan suatu karya dengan tema tertentu, seperti karya sastra, pertunjukan seni, karya jurnalistik ataupun poster. “Selama prosesnya, komitmen dari seluruh pihak akan menentukan keberlangsungan dari KLS,” tuturnya.
Melalui program ini, kata dia, sekolah akan berperan aktif dalam membentuk KLS; komunitas literasi dan media massa akan berperan aktif dalam melatih mahasiswa menjadi instruktur/pendamping KLS; perguruan tinggi dan mahasiswa akan berperan aktif menjadi pendamping/instruktur KLS; siswa tentu akan berperan aktif dalam meningkatkan minat dan literasi baca-tulis/tutur mereka; sedangkan SEAQIL akan berperan aktif menjadi koordinator dan fasilitator kegiatan KLS.
“Oleh karena itu, KLS beserta komponen penggerak di dalamnya dapat menjadi salah satu solusi menghadapi pesatnya pertumbuhan konten yang tidak terkendali,” kata Benny. Misbah mengungkapkan, sosialisasi Klub Literasi Sekolah mendapatkan sambutan yang baik dari pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam kurun waktu dua hari, SEAQIL menerima guru/kepala sekolah sebanyak 150 yang tertarik dengan program KLS.
Sekolah tersebut tidak hanya berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Indonesia yang bermitra dengan SEAQIL (DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara), tetapi juga dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. “Partisipasi peserta yang banyak dan dukungan semua pihak, Klub Literasi Sekolah menjadi terobosan dan penambahan kegiatan unggulan pada kondisi Pandemik Covid-19,” paparnya.
Lihat Juga :