Ciptakan Energi Listrik Terbarukan, Mahasiswa ITS Raih Emas di I2ASPO
Minggu, 07 Februari 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Alumnus SMA Negeri 12 Surabaya ini memaparkan, alat tersebut dibuat guna menjawab permintaan energi di Indonesia yang akan melejit beberapa tahun lagi. Mereka memprediksi sekitar 29 % penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) akan terjadi pada tahun 2050. ‘’Berdasarkan angka tersebut, sudah seharusnya Indonesia mulai memanfaatkan sumber energi terbarukan,” katanya
Fatah melanjutkan, Antasena Biohidrogen Electric Generator ini juga dapat menjadi investasi menguntungkan dari segi ekonomi. Berdasarkan analisa yang dilakukan, alat ini memiliki nilai pendapatan yang sama besar dengan modal yang dikeluarkan. “Hal ini membuat tidak adanya kerugian atau keuntungan selama 2 tahun, 9 bulan, 20 hari dalam penggunaannya,” ujarnya.
Fatah menuturkan, gas hidrogen yang dapat dihasilkan oleh Antasena Biohidrogen Electric Generator mencapai 5,72 liter setiap jam. Gas hidrogen dapat dikonversikan ke energi listrik dengan fuel cell. Berdasarkan hal tersebut, alat ini diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan listrik dari 16 rumah dengan kapasitas listrik setiap rumah 500 Watt. “Masyarakat menjadi lebih untung sebesar 87 % dibanding menggunakan listrik biasa,” tuturnya.
Baca juga: FT UI Buka Prodi Magister Multidisiplin Perencanaan Wilayah dan Kota
Melalui karyanya tersebut, Tim Antasena ITS juga telah berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) pada Desember lalu. Dengan manfaat-manfaat yang dihadirkan dalam menjawab permasalahan energi di Indonesia pada masa yang akan datang, membuat karya dari tim ini dinilai layak mendapatkan penghargaan tersebut.
Fatah melanjutkan, Antasena Biohidrogen Electric Generator ini juga dapat menjadi investasi menguntungkan dari segi ekonomi. Berdasarkan analisa yang dilakukan, alat ini memiliki nilai pendapatan yang sama besar dengan modal yang dikeluarkan. “Hal ini membuat tidak adanya kerugian atau keuntungan selama 2 tahun, 9 bulan, 20 hari dalam penggunaannya,” ujarnya.
Fatah menuturkan, gas hidrogen yang dapat dihasilkan oleh Antasena Biohidrogen Electric Generator mencapai 5,72 liter setiap jam. Gas hidrogen dapat dikonversikan ke energi listrik dengan fuel cell. Berdasarkan hal tersebut, alat ini diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan listrik dari 16 rumah dengan kapasitas listrik setiap rumah 500 Watt. “Masyarakat menjadi lebih untung sebesar 87 % dibanding menggunakan listrik biasa,” tuturnya.
Baca juga: FT UI Buka Prodi Magister Multidisiplin Perencanaan Wilayah dan Kota
Melalui karyanya tersebut, Tim Antasena ITS juga telah berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) pada Desember lalu. Dengan manfaat-manfaat yang dihadirkan dalam menjawab permasalahan energi di Indonesia pada masa yang akan datang, membuat karya dari tim ini dinilai layak mendapatkan penghargaan tersebut.
(mpw)
Lihat Juga :