Sisihkan 20 Negara, Mahasiswa UNS Raih Juara di Ajang Internasional
Rabu, 17 Maret 2021 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
“AISEEF merupakan ajang internasional yang diikuti oleh inovator dari berbagai negara di dunia. Perlombaan kali ini mengangkat beberapa tema general yang menjadi spesifikasi untuk para inovator, yaitu entrepreneur, enviromental-science, innovative-science, dan social-science,” ujar Ketua Tim Abyan Syauqi seperti dikutip dari laman UNS di uns.ac.id, Selasa(16/3).
Baca juga: Begini Cara Melacak Usulan Kenaikan Pangkat Dosen Melalui Selancar PAK Kemendikbud
NATAYA: A Smart Historical Tourism All-in App asSolution to Support Internet of Things in Industry Revolution 4.0 Era menjadi ide yang mengantarkan Abyan dan tim meraih gelar itu.
Abyan pun menjelaskan, NATAYA merupakan ide aplikasi yang memuat beragam informasi seputar pariwisata dan kebudayaan Solo. Tidak hanya informasi untuk mempromosikan dan mengenal lebih dekat Kota Solo, NATAYA juga dihadirkan sebagai wadah pemesanan tiket museum sehingga memudahkan pelanggan maupun penyedia layanan dalam meningkatkan daya tarik.
Ide ini digagas Abyan dan tim mengingat potensi Kota Solo dengan city branding-nya sebagai The Spirit of Java dan Kota Budaya. Namun, mereka pun melihat promosi dan akses terhadap beragam informasi objek wisata yang ada masih kurang maksimal.
Baca juga: Begini Cara Melacak Usulan Kenaikan Pangkat Dosen Melalui Selancar PAK Kemendikbud
NATAYA: A Smart Historical Tourism All-in App asSolution to Support Internet of Things in Industry Revolution 4.0 Era menjadi ide yang mengantarkan Abyan dan tim meraih gelar itu.
Abyan pun menjelaskan, NATAYA merupakan ide aplikasi yang memuat beragam informasi seputar pariwisata dan kebudayaan Solo. Tidak hanya informasi untuk mempromosikan dan mengenal lebih dekat Kota Solo, NATAYA juga dihadirkan sebagai wadah pemesanan tiket museum sehingga memudahkan pelanggan maupun penyedia layanan dalam meningkatkan daya tarik.
Ide ini digagas Abyan dan tim mengingat potensi Kota Solo dengan city branding-nya sebagai The Spirit of Java dan Kota Budaya. Namun, mereka pun melihat promosi dan akses terhadap beragam informasi objek wisata yang ada masih kurang maksimal.
Lihat Juga :