Riset UI Kuak Manfaat Jamu Tradisional yang Sangat Dibutuhkan Manusia
Kamis, 25 Maret 2021 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Ia kemudian menambahkan, “Saya mengapresiasi proses saintifikasi yang sudah dikerjakan Mustika Ratu terhadap herbal-rempah sebagai pengobatan yang terjangkau. Mustika Ratu telah melakukan uji coba maupun studi empiris yang ekstensif untuk menghasil produk unggulan dari ramuan kuno yang terbukti dapat menunjang kesehatan.”
Baca juga: Nadiem Naikan KIP Kuliah Sampai Rp12 Juta Per Semester, Cek Cara Daftarnya
Pembicara kedua adalah guru besar bidang bahan alam dari Fakultas Farmasi (FF) UI, Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si, Apt, yang memaparkan pemanfaatan teknologi hijau dalam pengembangan bahan baku dan obat herbal. Ia menjelaskan bahwa ekstraksi hijau itu adalah proses pembuatan jamu berbasis air atau bahan-bahan alami seperti minyak, dan tanaman yang digunakan untuk membuat jamu mudah diperoleh. Dalam pemaparannya, Prof. Abdul mengungkapkan panduan menggunakan solvent (pelarut) dalam jamu.
Hasil penelitiannya membuktikan ada beberapa pelarut yang dapat digunakan dalam membuat jamu dengan proses green extraction yaitu jamu bebas pelarut dengan diperas itu sangat baik, lalu menggunakan air sebagai rebusan membuat jamu, CO2, minyak formulasi dari sayuran, alkohol, glyserol, dan metanol. “DES/NaDES sebagai green solvent memiliki keunggulan diantaranya tidak mudah menguap, stabil pada suhu tinggi, komponen penyusunnya melimpah di alam, dan preparasinya mudah dengan kemurnian tinggi,” kata Prof. Abdul.
Prof. Abdul berpendapat, proses ekstraksi yang dilakukan di industri dan individu diharapkan mempunyai orientasi pada keselarasan lingkungan hidup. “Dengan menggunakan teknologi modern, kita dapat membedah lebih dalam khasiat komponen jamu yaitu jahe, temulawak, lengkuas, kunyit, kencur, asam jawa, kayu manis, dan lain sebagainya untuk menjaga kebugaran tubuh,” ujar Prof. Abdul.
Baca juga: Nadiem Naikan KIP Kuliah Sampai Rp12 Juta Per Semester, Cek Cara Daftarnya
Pembicara kedua adalah guru besar bidang bahan alam dari Fakultas Farmasi (FF) UI, Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si, Apt, yang memaparkan pemanfaatan teknologi hijau dalam pengembangan bahan baku dan obat herbal. Ia menjelaskan bahwa ekstraksi hijau itu adalah proses pembuatan jamu berbasis air atau bahan-bahan alami seperti minyak, dan tanaman yang digunakan untuk membuat jamu mudah diperoleh. Dalam pemaparannya, Prof. Abdul mengungkapkan panduan menggunakan solvent (pelarut) dalam jamu.
Hasil penelitiannya membuktikan ada beberapa pelarut yang dapat digunakan dalam membuat jamu dengan proses green extraction yaitu jamu bebas pelarut dengan diperas itu sangat baik, lalu menggunakan air sebagai rebusan membuat jamu, CO2, minyak formulasi dari sayuran, alkohol, glyserol, dan metanol. “DES/NaDES sebagai green solvent memiliki keunggulan diantaranya tidak mudah menguap, stabil pada suhu tinggi, komponen penyusunnya melimpah di alam, dan preparasinya mudah dengan kemurnian tinggi,” kata Prof. Abdul.
Prof. Abdul berpendapat, proses ekstraksi yang dilakukan di industri dan individu diharapkan mempunyai orientasi pada keselarasan lingkungan hidup. “Dengan menggunakan teknologi modern, kita dapat membedah lebih dalam khasiat komponen jamu yaitu jahe, temulawak, lengkuas, kunyit, kencur, asam jawa, kayu manis, dan lain sebagainya untuk menjaga kebugaran tubuh,” ujar Prof. Abdul.
Lihat Juga :