Vaksinasi Guru Selesai, Nadiem: Sekolah Wajib Buka Opsi Pembelajaran Tatap Muka
Selasa, 30 Maret 2021 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Nadiem menegaskan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini harus mematuhi protokol kesehatan. “Masuk sekolah dari semua kondisi-kondisi yang terpenting adalah social distancing minimal satu setengah meter jaga jarak antara bangku bangku dan kursi, dan maksimal 18 peserta didik per kelas. Yang biasanya 36 sekarang 50% yaitu 18,” jelasnya.
Baca juga: Ingin Jadi Guru Penggerak Angkatan 4, Ini Syarat dan Kriterianya
“Apa ini artinya? Artinya sekolah itu itu kan maksimal daripada sekolah. Jadi sekolah itu boleh bebas memilih. Kalau dia mau melaksanakan tatap muka hanya dua kali seminggu itu diperbolehkan. Kalau mau dipecah menjadi tiga, akan dipecah menjadi dua silakan,” papar Nadiem.
Nadiem juga menegaskan akan memberikan kebebasan sekolah untuk menentukan penentuan sekolah tatap muka. “Tetapi dia harus mulai. Pada saat vaksinasi sudah selesai, dia harus memulai menyediakan opsi ini. Dan dia boleh bertahap itu terserah sekolahnya. Mau dua hari dulu atau bulan depannya mulai 3 hari seminggu mulai tatap muka. Saya mau bagi dua kelas di dua grup, atau dibagi dengan 3 grup itu diskresi masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhannya ya.”
“Jadinya yang kita ingin lihat sekolah sudah mulai latihan melakukan tatap muka. Tapi sekolah itu maksimal hanya 50% kapasitas dan tentunya wajib masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak tentunya menjadi standar protokol kesehatan,” tegas Nadiem.
Baca juga: Ingin Jadi Guru Penggerak Angkatan 4, Ini Syarat dan Kriterianya
“Apa ini artinya? Artinya sekolah itu itu kan maksimal daripada sekolah. Jadi sekolah itu boleh bebas memilih. Kalau dia mau melaksanakan tatap muka hanya dua kali seminggu itu diperbolehkan. Kalau mau dipecah menjadi tiga, akan dipecah menjadi dua silakan,” papar Nadiem.
Nadiem juga menegaskan akan memberikan kebebasan sekolah untuk menentukan penentuan sekolah tatap muka. “Tetapi dia harus mulai. Pada saat vaksinasi sudah selesai, dia harus memulai menyediakan opsi ini. Dan dia boleh bertahap itu terserah sekolahnya. Mau dua hari dulu atau bulan depannya mulai 3 hari seminggu mulai tatap muka. Saya mau bagi dua kelas di dua grup, atau dibagi dengan 3 grup itu diskresi masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhannya ya.”
“Jadinya yang kita ingin lihat sekolah sudah mulai latihan melakukan tatap muka. Tapi sekolah itu maksimal hanya 50% kapasitas dan tentunya wajib masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak tentunya menjadi standar protokol kesehatan,” tegas Nadiem.
(mpw)
Lihat Juga :