Ornamen Header
Turunkan Stunting, Ditjen Dikti Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Turunkan Stunting, Ditjen Dikti Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Sesditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani pada webinar Kedaireka Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Stunting di Indonesia". Foto/tangkapan layar Youtube.
JAKARTA - Guna mempercepat implementasi penurunan kasus stunting di Indonesia , Ditjen Dikti Kemendikbud melalui platform Kedaireka berkolaborasi dengan perguruan tinggi . Permasalahan serius terhadap kasus stunting ini menjadi fokus utama, yakni penurunan kasus tersebut diharapkan segera menurun.

Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara di dunia yang masih memiliki kasus stunting. Kasus ini merupakan permasalahan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan yang diterima oleh tubuh dan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan otak dan tinggi badan kurang dari normal.

Baca juga: 4 Mahasiswa UNS Sabet Juara 1 di Lomba Video Pembelajaran Kreatif

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani memaparkan, Indonesia telah melewati batas ambang yang ditetapkan oleh WHO yakni sebesar 30%. “Seperti yang diketahui, stunting merupakan program prioritas skala nasional yang harus dicari solusinya secara bersama,” katanya pada webinar Kedaireka “Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Stunting di Indonesia” melalui siaran pers, Minggu (4/4).

Paris menjelaskan, Ditjen Dikti melalui platform Kedaireka kemudian bekerja sama dengan stakeholder melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat merubah tantangan menjadi harapan.



“Kita diminta untuk menurunkan stunting dari 29% menjadi 14%. Tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing kelembagaan yang ada di Indonesia. Maka dari itu, pencegahan ataupun percepatan penurunan angka stunting di Indonesia akan dikawal secara bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga: Miris, 400 Ribu Sarjana TI Per Tahun Tak Memenuhi Kualifikasi Industri

Dalam upaya tersebut, dibutuhkan stakeholder yang sudah diatur dalam platform Kedaireka, dan dinamakan Pentahelix Stakeholder. Dimana pemerintah, akademisi, media, industri, dan perguruan tinggi bersatu untuk menurunkan kasus stunting menjadi 14% selama 4 tahun ke depan.

“Tantangan kita adalah penurunan kasus stunting dari 29% harus turun menjadi 14%. Mari singsingkan lengan baju kemudian turun ke lapangan berikan apa yang bisa kita berikan kepada negara dan perangi stunting dengan kolaborasi melalui Kedaireka,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Eksekutif TNP2K Setwapres Suprayoga Hadi mengatakan, Wakil Presiden juga sudah membentuk Tim Pencegahan Percepatan Anak Kerdil (Stunting). Ia pun mengapresiasi upaya kolaborasi yang dilakukan Ditjen Dikti Kemendikbud melalui Kedaireka untuk mengatasi permasalahan ini.



“Tanggung jawab bersama ini sudah sepatutnya diapresiasi karena teman-teman di perguruan tinggi sudah perhatian terhadap upaya penurunan kasus stunting secara kolaboratif dengan pihak-pihak lain,” ujar Hadi.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!