Keren, Mahasiswa UP Sabet Juara 1 dan 2 di Ajang Oil and Gas Intellectual Parade
Jum'at, 09 April 2021 - 01:32 WIB
loading...
Kunjungan Lapangan Mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina ke Pertamina RU VI Balongan. Foto/DOk/Humas UP
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas Pertamina (UP) menyabet Juara 1 dalam kategori Plan of Development Competition (POD) di ajang Oil and Gas Intellectual Parade (OGIP) yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Yogyakarta . Tim yang beranggotakan Tunggul Mirza, Garnis Handayani, Dandy Karunia, Rendy Maylana, dan Reonaldy Gosal tersebut mampu memberikan solusi bagi ketidakpastian bisnis migas.
Reonaldy Gosal, ketua tim, dalam wawancara daring, Kamis (8/4) mengatakan bahwa mereka membuat laporan perencanaan pengembangan lapangan migas mulai dari analisis kondisi geologi dan potensi migas, menyusun desain pemboran dan desain operasi lapangan, serta analisis nilai keekonomian dan komersialisasi. “Ide dan gagasan tim adalah membuat perencanaan pengembangan lapangan migas dengan skema bisnis yang inovatif, menghasilkan ketidakpastian yang rendah, dan profit yang tinggi,” tuturnya.
Baca juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi Sasar Mahasiswa Asal Wilayah Operasi PT Pertamina
Tunggul Mirza, salah satu anggota tim menambahkan, tim melakukan analisa pada lapangan migas yang terletak di Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi ini memiliki total cadangan 27 juta barel minyak. "Inovasi yang kami buat adalah dengan mengembangkan skenario 10 sumur pemboran. Tujuh di antaranya merupakan sumur produksi dan tiga lainnya merupakan sumur injeksi. Dengan durasi produksi minyak selama 22 tahun, kami bisa memproduksi minyak hingga 3.500 barel perhari," jelasnya.
Juara ke-2 di kategori yang sama, juga diraih oleh tim dari Universitas Pertamina yang menyebut diri mereka PETRONOMS. Tim yang beranggotakan Virly Widia, Philipus Dima W, Gaither Jonathan, Immanuel Timothy, dan Siti Muzdalifah tersebut menitikberatkan solusi pada koordinasi antar stakeholders dalam melakukan perencanaan pengembangan lapangan migas yang optimal.
Gaither, ketua tim, mengungkapkan bahwa solusi teknis yang ditawarkan tim adalah dengan melakukan penambahan sumur dan water injection untuk memperoleh nilai oil recovery factor terbesar. “Dalam proposal, kami juga mengusulkan penyesuaian pembangunan fasilitas produksi, seperti fasilitas sumur, stasiun pengumpul, separator, fasilitas pengolahan air, minyak dan gas, serta tangki air dan tangki penyimpanan minyak,” imbuhnya.
Baca juga: Ujian SBMPTN di UGM Lebih Ketat, Ini Dokumen Wajib yang Harus Dipersiapkan
Reonaldy Gosal, ketua tim, dalam wawancara daring, Kamis (8/4) mengatakan bahwa mereka membuat laporan perencanaan pengembangan lapangan migas mulai dari analisis kondisi geologi dan potensi migas, menyusun desain pemboran dan desain operasi lapangan, serta analisis nilai keekonomian dan komersialisasi. “Ide dan gagasan tim adalah membuat perencanaan pengembangan lapangan migas dengan skema bisnis yang inovatif, menghasilkan ketidakpastian yang rendah, dan profit yang tinggi,” tuturnya.
Baca juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi Sasar Mahasiswa Asal Wilayah Operasi PT Pertamina
Tunggul Mirza, salah satu anggota tim menambahkan, tim melakukan analisa pada lapangan migas yang terletak di Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi ini memiliki total cadangan 27 juta barel minyak. "Inovasi yang kami buat adalah dengan mengembangkan skenario 10 sumur pemboran. Tujuh di antaranya merupakan sumur produksi dan tiga lainnya merupakan sumur injeksi. Dengan durasi produksi minyak selama 22 tahun, kami bisa memproduksi minyak hingga 3.500 barel perhari," jelasnya.
Juara ke-2 di kategori yang sama, juga diraih oleh tim dari Universitas Pertamina yang menyebut diri mereka PETRONOMS. Tim yang beranggotakan Virly Widia, Philipus Dima W, Gaither Jonathan, Immanuel Timothy, dan Siti Muzdalifah tersebut menitikberatkan solusi pada koordinasi antar stakeholders dalam melakukan perencanaan pengembangan lapangan migas yang optimal.
Gaither, ketua tim, mengungkapkan bahwa solusi teknis yang ditawarkan tim adalah dengan melakukan penambahan sumur dan water injection untuk memperoleh nilai oil recovery factor terbesar. “Dalam proposal, kami juga mengusulkan penyesuaian pembangunan fasilitas produksi, seperti fasilitas sumur, stasiun pengumpul, separator, fasilitas pengolahan air, minyak dan gas, serta tangki air dan tangki penyimpanan minyak,” imbuhnya.
Baca juga: Ujian SBMPTN di UGM Lebih Ketat, Ini Dokumen Wajib yang Harus Dipersiapkan
Lihat Juga :