1.081 Tahun Al-Azhar, Menag: Benteng Wasathiyah Islam yang Moderat dan Toleran
Selasa, 20 April 2021 - 21:18 WIB
loading...
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Webinar Peringatan 1.081 tahun Al-Azhar, Selasa (20/4/2021). Foto/Humas/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Sejak didirikan pada tahun 361H/975M, Al-Azhar Mesir selalu berada di garda terdepan dalam pendidikan dan pengembangan dakwah Islam yang moderat dan toleran . Pengaruh lembaga yang berdiri di masa kekuasaan Dinasti Fathimiah ini juga bukan hanya di Mesir, tapi juga di seluruh dunia.
“Maka tidak berlebihan jika Al-Azhar disebut sebagai benteng wasathiyyah Islam,” ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Webinar Peringatan 1.081 tahun Al-Azhar, Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Sekolah Jalur Kedinasan: STIS, STAN dan IPDN Jadi Favorit
Webinar bertema ‘Peran Al-Azhar dan Ulamanya dalam Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia-Mesir’ ini digelar oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Menag Yaqut menyambut baik webinar yang diikuti secara virtual oleh ribuan alumni Al-Azhar di Indonesia ini.
Menurutnya, bagi masyarakat muslim Indonesia, Al-Azhar telah memberikan banyak inspirasi dalam mengukuhkan kehidupan keagamaan yang moderat, berasaskan tradisi keislaman ahlussunah wal jama’ah. Bahkan, lanjut Menag, karya-karya pemikiran ulama Al-Azhar telah mewarnai pemahaman dan pergerakan keagamaan di tanah air jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk.
“Pada tahun 1850 di Mesir telah dijumpai komunitas bangsa Indonesia yang ditandai dengan keberadaan Ruwaq Jawi di Masjid Al-Azhar,” ungkap Gus Menteri, sapaan akrabnya.
Baca juga: IPB University Punya Program Pascasarjana Kimia, Ini Keunggulannya
“Maka tidak berlebihan jika Al-Azhar disebut sebagai benteng wasathiyyah Islam,” ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Webinar Peringatan 1.081 tahun Al-Azhar, Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Sekolah Jalur Kedinasan: STIS, STAN dan IPDN Jadi Favorit
Webinar bertema ‘Peran Al-Azhar dan Ulamanya dalam Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia-Mesir’ ini digelar oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Menag Yaqut menyambut baik webinar yang diikuti secara virtual oleh ribuan alumni Al-Azhar di Indonesia ini.
Menurutnya, bagi masyarakat muslim Indonesia, Al-Azhar telah memberikan banyak inspirasi dalam mengukuhkan kehidupan keagamaan yang moderat, berasaskan tradisi keislaman ahlussunah wal jama’ah. Bahkan, lanjut Menag, karya-karya pemikiran ulama Al-Azhar telah mewarnai pemahaman dan pergerakan keagamaan di tanah air jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk.
“Pada tahun 1850 di Mesir telah dijumpai komunitas bangsa Indonesia yang ditandai dengan keberadaan Ruwaq Jawi di Masjid Al-Azhar,” ungkap Gus Menteri, sapaan akrabnya.
Baca juga: IPB University Punya Program Pascasarjana Kimia, Ini Keunggulannya
Lihat Juga :