FKG Unair Masuk 3 Terbaik di Indonesia versi Scimago Institutions Rankings
Kamis, 29 April 2021 - 12:29 WIB
loading...
Universitas Airlangga (UNAIR). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) masuk dalam jajaran ke-3 sebagai Fakultas Kedokteran Gigi terbaik di Indonesia berdasarkan perangkingan oleh Scimago Institutions Ranking s (SIR) by Subject Areas 2021.
Dekan FKG UNAIR Dr. Agung Sosiawan drg., M.Kes mengatakan, FKG UNAIR telah tercatat pada posisi 3 besar Indonesia dan 293 besar dunia dari 694 universitas yang mengikuti pemeringkatan SIR. Pada posisi itu, FKG UNAIR telah menyisihkan sejumlah perguruan tinggi besar lainnya yang ada di Indonesia.
Baca juga: Ini 20 Besar Universitas Terbaik di Indonesia versi SIR, UI Memimpin
“Kami bangga sekaligus juga mawas diri. Sebagai FKG tertua di Indonesia, FKG UNAIR memiliki kewajiban untuk tetap menjaga marwah sebagai perguruan tinggi tertua di Indonesia. Kita perlu melakukan evaluasi terkait apa saja yang tentunya menjadi kekurangan kita,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Unair di unair.ac.id, Kamis (29/4).
Agung menuturkan, penilaian SIR didasarkan pada 3 faktor. Pertama adalah faktor riset dengan bobot 50 %. Inovasi 30 %, serta akses keterbukaan masyarakat dalam hal terkait publikasi sebanyak 20 %.
Dekan FKG UNAIR Dr. Agung Sosiawan drg., M.Kes mengatakan, FKG UNAIR telah tercatat pada posisi 3 besar Indonesia dan 293 besar dunia dari 694 universitas yang mengikuti pemeringkatan SIR. Pada posisi itu, FKG UNAIR telah menyisihkan sejumlah perguruan tinggi besar lainnya yang ada di Indonesia.
Baca juga: Ini 20 Besar Universitas Terbaik di Indonesia versi SIR, UI Memimpin
“Kami bangga sekaligus juga mawas diri. Sebagai FKG tertua di Indonesia, FKG UNAIR memiliki kewajiban untuk tetap menjaga marwah sebagai perguruan tinggi tertua di Indonesia. Kita perlu melakukan evaluasi terkait apa saja yang tentunya menjadi kekurangan kita,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Unair di unair.ac.id, Kamis (29/4).
Agung menuturkan, penilaian SIR didasarkan pada 3 faktor. Pertama adalah faktor riset dengan bobot 50 %. Inovasi 30 %, serta akses keterbukaan masyarakat dalam hal terkait publikasi sebanyak 20 %.
Lihat Juga :