Tim Mahasiswa ITS Inovasikan Elektrolit Baterai Berbahan Pupuk ZA
Senin, 03 Mei 2021 - 21:53 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan terkait mekanisme stopping system, reaksi kimia berupa dekomposisi hidrogen yang digunakan sebagai konsep utama. “Salah satu inovasi besar dalam purwarupa ini terletak pada sumber daya baterai zinc-air yang merupakan buatan kami sendiri,” katanya dikutip dari laman ITS di its.ac.id, Senin (3/5).
Baca juga: 4 Jalur Prestasi UGM Dibuka, Simak Syarat-Syaratnya
Rangga melanjutkan, penginovasian baterai ini sendiri berdasar riset yang dilakukan tim Spectronics 19. Berdasar hal itu, ia bersama timnya menemukan bahwa penggunaan amonium klorida sebagai elektrolit dalam baterai zinc-air memiliki availibilitas yang kurang maskimal.
Oleh karenanya, tim Spectronics 19 ini menggantinya dengan amonium sulfat yang didapat dari pupuk ZA. “Berdasar hasil uji kami, amonium sulfat memiliki performa yang lebih bagus daripada amonium klorida,” tandasnya.
Dalam purwarupa mobil yang diciptakan timnya, ulas Rangga, setidaknya terdapat sepuluh baterai zinc-air yang digunakan untuk menghasilkan tegangan listrik sebesar sepuluh volt.
Baca juga: 4 Jalur Prestasi UGM Dibuka, Simak Syarat-Syaratnya
Rangga melanjutkan, penginovasian baterai ini sendiri berdasar riset yang dilakukan tim Spectronics 19. Berdasar hal itu, ia bersama timnya menemukan bahwa penggunaan amonium klorida sebagai elektrolit dalam baterai zinc-air memiliki availibilitas yang kurang maskimal.
Oleh karenanya, tim Spectronics 19 ini menggantinya dengan amonium sulfat yang didapat dari pupuk ZA. “Berdasar hasil uji kami, amonium sulfat memiliki performa yang lebih bagus daripada amonium klorida,” tandasnya.
Dalam purwarupa mobil yang diciptakan timnya, ulas Rangga, setidaknya terdapat sepuluh baterai zinc-air yang digunakan untuk menghasilkan tegangan listrik sebesar sepuluh volt.
Lihat Juga :