Ornamen Header
Membangun Kompetensi Numerasi Siswa SD Melalui Kompetisi Matematika
Membangun Kompetensi Numerasi Siswa SD Melalui Kompetisi Matematika
Mentari Mathematics Olympiad (MEMO). Foto/tangkapan layar Youtube
JAKARTA - Mentari Group resmi meluncurkan Mentari Mathematics Olympiad (MEMO). MEMO menjadi salah satu agenda Pelajar Berkreasi 2021 sebagai kompetisi Matematika dalam bahasa Inggris tingkat nasional untuk jenjang SD/MI.

Direktur Program Pelajar Berkreasi Natalina Rimba menjelaskan, MEMO hadir sebagai kegiatan positif bagi pelajar yang dapat mendukung mereka untuk meningkatkan kemampuan numerasi dan bernalar tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS).

Baca juga: Butuh Banyak Pembenahan, FSGI Minta Kemendikbudristek Sinergi dengan Disdik

“Pelajar Berkreasi dirancang untuk membantu pelajar meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan mereka menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum. Dalam hal numerasi, kami menghadirkan Mentari Mathematics Olympiad atau MEMO,” katanya melalui siaran pers, Jumat (7/5).



Pelajar Berkreasi merupakan seri perlombaan persembahan Mentari Group yang mendukung pelajar untuk mengasah kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan kreativitas. Kegiatan ini telah diadakan sejak Maret hingga Oktober 2021, dan akan menjadi kegiatan tahunan.

MEMO akan dilaksanakan serentak se-Indonesia secara daring pada Agustus mendatang. Pada tahun ini, MEMO terbagi menjadi empat kategori, yaitu kelas 3 hingga kelas 6. Pendaftaran MEMO dibuka pada 7 Mei-30 Juli 2021 melalui portal daring Hadiryuk.id.

Baca juga: Angkatan Pertama, 149 Siswa SMA Pradita Dirgantara Diwisuda

Programme for International Students Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) merupakan uji kompetensi internasional yang menjadi acuan Kemendikbudristek dalam menjalankan AKM. Perancangan soal MEMO turut mengacu pada dua uji kompetensi tersebut dengan fokus pada penalaran tingkat tinggi (HOTS).

Kepala Bidang Matematika Mentari Teachers Academy sekaligus Kepala Perancang Soal MEMO Endra Kriswanto memaparkan, soal-soal MEMO dibuat kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga pelajar terlatih untuk mengaplikasikan kemampuan matematika di kehidupan mereka.

Dalam kompetisi ini, pelajar ditantang tidak mengandalkan hafalan rumus, tetapi mengasah pemikiran analitis dan pemecahan masalah. Selain itu, soal-soal pada MEMO menggunakan bahasa Inggris sehingga para pelajar juga dapat mengembangkan keterampilan mereka berbahasa Inggris.



Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih menambahkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kemampuan numerasi bagi pelajar. Dia menilai adanya MEMO pun sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Menurut Sri, perlombaan merupakan salah satu langkah strategis agar pelajar dapat mengasah kemampuan dan memotivasi diri mereka. Terlebih di masa pandemi, perlombaan menjadi kegiatan positif yang dapat membantu pelajar mengalokasikan waktu luangnya dengan produktif dan bermanfaat.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!