Ornamen Header
Pakar IPB University Ini Bagikan Tips Redakan Stres
Pakar IPB University Ini Bagikan Tips Redakan Stres
Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Dr Melly Latifah. Foto/IPB University
JAKARTA - Stres dapat digambarkan sebagai suatu kondisi tegang atau terasa ada beban yang membuat kepala, leher, punggung, dan bahkan mungkin seluruh tubuh kita terasa tidak nyaman. Ini adalah reaksi tubuh yang umum dirasakan ketika seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau perubahan.

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Dr Melly Latifah menjelaskan, stres merupakan hasil persepsi seseorang terhadap kondisi yang dinilai melebihi batas kemampuan diri untuk dapat mengatasinya.

Baca juga: Sarjana Unggul, Ini Syarat dan Tata Cara Mendaftar Beasiswa PMDSU

Kejadian-kejadian dalam kehidupan seperti pekerjaan, kematian, perceraian, kekerasan, bencana, paceklik, pemutusan hubungan kerja (PHK), konflik, kemacetan, dan kejadian menekan lainnya dapat menjadi sumber stres (stressor).



“Stres dapat membuat kinerja buruk, tidak produktif, bahkan memicu berbagai macam penyakit. Ada banyak bukti ilmiah bahwa dalam jangka panjang, stres berdampak buruk bagi kesehatan,” katanya melalui siaran pers, Selasa (11/5).

Melly menekankan, paparan stres dalam jangka panjang dapat merusak sistem saraf simpatik yang bertugas mengendalikan detak jantung, pernapasan, keringat, aliran darah, kekuatan otot, dan kegiatan mental serta melemahnya sistem kekebalan.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!