Makna dan Simbol Kemegahan Kampus Biru UIN Raden Fatah Palembang

Selasa, 25 Mei 2021 - 14:03 WIB
loading...
Makna dan Simbol Kemegahan...
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Foto/Dok/Humas UIN Palembang
A A A
JAKARTA - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mengeliat melengkapi sarana dan prasarana infrastruktur kampus. Salah satunya dengan keberadaan Kampus B atau dikenal dengan Kampus Biru yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, Jaka Baring, Palembang.

Sarana infrastruktur di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang memang terbilang megah dan menawan.

Kemegahan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang ini pun terucap oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat berkunjung ke kampus kebanggaan masyakarat di Bumi Sriwijaya tersebut.

Baca juga: Telan Biaya Rp430 Miliar, Menag Resmikan Gedung Baru UIN Palembang

"Ini universitas keren sekali. Saya sudah masuk ke beberapa UIN dan PTKIN lainnya, dan baru di UIN Raden Fatah ini yang membuat saya takjub," kata Menag saat peresmian 9 gedung batu Kampus B dan Rumah Moderasi Beragama UIN Raden Fatah Palembang , Senin (24/5).

"Model bangunannya tidak seperti biasa. Warnanya biru dan teduh. Saya berharap apa yang diperjuangkan Bu Rektor dan jajaran tidak sekadar membangun fisik, melainkan juga membangun dan menyiapkan software-nya," sambung Menag dalam keterangan pers, Selasa (25/5/2021).

Sembilan gedung baru Kampus B UIN Raden Fatah Palembang itu dibangun melalui Pinjaman Hibah Luar Negeri Islamic Development Bank (IsDB) sekitar Rp 430 Miliar

Baca juga: Lahirkan Banyak Tokoh, Menag: Alumni Harus Warnai Pemikiran Akademik UIN Jakarta

Gedung-gedung baru yang berdiri megah dan menawan di atas lahan seluas 15 hektare itu yakni Kantor Pusat Administrasi (KPA), Laboratorium terpadu, Perpustakaan Pusat, Fakultas Sains dan Teknologi (2 Gedung), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (2 Gedung), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta Fakultas Psikologi.

Simbol Kemegahan

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah dihadapan Menag dan Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pembangunan Kampus B berlangsung selama 723 hari, dari tanggal 16 Oktober 2018 dan selesai pada 7 Oktober 2020.

Menurutnya, pembangunan Kampus B ini juga tidak terlepas dari berbagai dinamika sejarah yang ditorehkan oleh para tokoh UIN Raden Fatah Palembang.

Ia menambahkan, pembangunan Kampus B ini bermula dari amanah para pendahulu UIN Raden Fatah Palembang yang punya harapan memiliki kampus yang indah sebagai representasi budaya masyarakat muslim di Sumatera Selatan.

Baca juga: Tim Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Internasional Bidang Energi

Ini sejalan dengan distingsi UIN Raden Fatah Palembang- sebagai pusat peradaban melayu Islam yang diamanahkan oleh Kemenristekdikti dan tertuang dalam MoM Project 4 in 1.

Pembangunan gedung di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang ini, lanjutnya, juga dibangun dengan berbagai filosofi-filosofi yang terukir pada sisi arsitektur bangunannya yakni:

"Bangunan yang dikelilingi canal atau sungai melambangkan makna tanah melayu yakni tanah yang dikelilingi air," kata Rektor UIN Raden Fatah Palembang.

Baca juga: Wapres Minta UIN Jakarta Kawal Penguatan Moderasi Beragama di Indonesia

"Canal atau sungai ini melambangkan "Sungai Batang Hari Sembilan". Sungai tersebut mengalir mengelili bangunan sejauh tepat 1000 meter yang melambangkan bahwa semua ilmu pengetahuan yang diberikan semoga menjadi amal jariah yang mengalir 1000 tahun lebih ke depan bagi kemaslahatan umat," sambungnya.

Arah pintu masuk gerbang utama menuju kawasan kampus, jelasnya, sejajar dengan arah bayangan tiang yang dibentuk sinar matahari terbit di waktu sepenggalah.

Ini sebagaimana makna dalam surat Ad-duha, di mana waktu tersebut adalah salah satu waktu terbaik untuk meminta rizki kepada Allah SWT. Salah satu rizki Allah adalah ilmu pengetahuan yang masing-masing individu akan mendapati pemahaman ilmunya masing-masing sesuai dengan ketetapan Allah yang tertulis di Lauhilmahfuz.

"Bangunan kembar gedung Administrasi dan Perpustakaan membentuk anak panah yang menunjuk ke arah utara dan selatan yang merupakan simbol sumbu atau poros bumi (dunia) sebagai simbol cita-cita agar UIN Raden Fatah menjadi poros dunia dalam membangun peradaban umat di dunia," tandasnya.

Seluruh harapan tersebut terpagari dalam simbol visi dan misi UIN Raden Fatah berstandar internasional (visi ke-1) dengan mengadopsi tiang pagar yang terbuka berwarna silver (milenium/milenial) yang mewakili semangat modern.

Sementara pagar yang mengelilingi kawasan 15 Ha, memiliki ketinggian yang sama. Ini melambangkan wawasan kebangsaan (visi ke-2) di mana bangsa ini menjunjung tinggi kemanusiaan, persamaan hak dan kewajiban dalam hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali.

Tiang besi menyerupai bambu runcing berjumlah 17 menyimbolkan 17 Agustus 1945 sekaligus 17 Ramadan sebagai simbol karakter islami (visi ke-3) di mana dasar yang melindungi/mengelilingi gerak-langkah adalah Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan tanggal 17 Ramadhan.

Begitu juga dengan bentuk kepala tiang pagar berbentuk piramida. Ini melambangkan piramida ilmu yang mengerucut ke atas yang berarti luasnya ilmu pengetahuan dan teknologi berasal dari satu titik puncak yakni Allah SWT.

Demikianlah harapan dan makna yang disimbolkan pada bangunan serta infrastruktur Kampus baru UIN Raden Fatah Palembang untuk menjadi simbol sejarah di mana orang merasa belum ke Palembang bila belum ke UIN Raden Fatah.

"Kehadiran Kampus ini juga diharapkan memberikan sebuah warna dan semangat baru bagi civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang," kata Nyayu Khodijah

"Kemegahan gedung serta ketersediaan sarana-prasarana berbasis teknologi modern yang ada di kampus ini akan sangat menunjang proses akademik perkuliahan, penelitian, pengembangan, dan inovasi di Kampus tercinta ini," tutupnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Ada Gangguan Jaringan,...
Ada Gangguan Jaringan, Panitia Perpanjang Batas Pembayaran UM-PTKIN 2026
Antisipasi Joki di UM-PTKIN...
Antisipasi Joki di UM-PTKIN 2026, Panitia Siapkan Pengamanan Berlapis
UM PTKIN 2026 Masih...
UM PTKIN 2026 Masih Dibuka hingga 30 Mei, Pendaftar Tembus 60 Ribu
UM PTKIN 2026 Dibuka,...
UM PTKIN 2026 Dibuka, Peserta Bisa Pilih Lokasi Ujian Terdekat
Pendaftaran UM PTKIN...
Pendaftaran UM PTKIN 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Apa Persyaratannya?
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Rekomendasi
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Berita Terkini
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved